Sabtu, 18 April 2026

WISATA KEPRI

Makam Keramat Siantan, Wisata Religi Anambas, Ramai Diziarahi saat Hari Besar

Makam Keramat Siantan jadi salah satu destinasi wisata religi Anambas, Provinsi Kepri.

TribunBatam.id/Istimewa
Makam Keramat Siantan yang ada di Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri tak hanya dikenal akan keindahan alamnya saja.

Di Dusun Air Nangak, Kecamatan Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, terdapat destinasi wisata sarat nilai sejarah dan wisata religi.

Makam Keramat Siantan namanya.

Sebagian masyarakat di sana, masih mempercayai adanya aura mistis yang menyelimuti makam Keramat Siantan.

Setiap menjelang puasa dan lebaran Idul Fitri, masyarakat selalu menyempatkan diri untuk berziarah ke makam keramat Siantan.

Sayangnya, tak banyak yang tahu terkait sejarah makam keramat di desa itu.

Dari informasi yang didapat, makam keramat ini sudah ada sejak Desa Air Nangak berdiri.

Baca juga: Intip Pesona Pantai Setokok Batam, Jadi Destinasi Wisata Kepri

Baca juga: Bunga Langka Ini Tumbuh di Kepri, Magnet Baru Destinasi Wisata

Makam Keramat Siantan terletak di Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas
Makam Keramat Siantan terletak di Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas (TRIBUNbatam.id/Junaidi)

“Cerita lebih jelasnya kita tidak tahu pasti bagaimana terjadinya makam ini," ujar penjaga makam keramat, Ramli saat ditemui TribunBatam.id belum lama ini.

Padahal menurutnya, banyak orang dari luar Siantan yang ingin mengetahui cerita terkait makam keramat itu.

"Cuma kita tidak bisa jelaskan, karena kurang tahu pasti,” katanya.

Ramli mengaku hanya bertugas sebagai pengurus makam. Mulai dari bersih-bersih di lokasi, dan menjaga makam tetap terlindungi.

Jumlah makam di tempat itu lanjutnya, ada 4 makam di atas, dan 2 makam di bawah.

“Kebanyakan yang datang ke sini memang untuk berziarah, berdoa,” ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh warga setempat, Muhammad Sani.

Ia mengatakan, makam keramat Siantan ini sudah ada sejak dahulu.

Cerita yang berkembang, ada yang mengatakan makam itu dulunya adalah kapal yang karam dan berubah menjadi pulau.

Beberapa cerita lainnya mengatakan, di makam itu juga terdapat papan nisan yang ada tulisannya.

Namun anehnya hilang secara gaib.

Sehingga banyak warga yang percaya akan hal mistis di keramat Siantan ini.

Baca juga: Ansar Ahmad Lobi Pusat Buka Pariwisata Kepri

Baca juga: Rahma Ajak Gali Potensi Pariwisata di Kota Tanjungpinang

Makam Keramat Siantan yang ada di Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Anambas
Makam Keramat Siantan yang ada di Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Anambas (Tribun Batam/Istimewa)

"Belum ada cerita pasti sejarah makam ini. Paling cerita turun temurun dari orang tua dahulu, yang belum bisa kita tahu pasti kebenarannya," kata Sani.

Berdasarkan sejarah yang ada, makam keramat Siantan diduga sebagai kuburan nakhoda Alang dan kuburan para lanun gunung yang tewas waktu merampok di laut.

Di antara sekian banyak kuburan di situ, ada satu kuburan yang dianggap keramat. Yaitu kuburan yang ukurannya paling besar daripada kuburan lainnya.

Kuburannya bertembok dengan batu karang setinggi lebih kurang 70 cm.

Makam itu diyakini oleh warga itu sebagai kuburan nahkoda Alang yang disebut dengan keramat Pulau Siantan.

Ragam destinasi wisata di Kepri sebelumnya membuat Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kepri, Buralimar optimis jika sektor andalan Kepri dalam menyumbang pendapatan daerah kembali bangkit.

Menurutnya, perlu kerja sama dari seluruh elemen untuk memajukan sektor pariwisata Kepri yang sempat terdampak pandemi covid-19.

"Kita harus optimis pariwisata Kepri akan kembali bangkit. Tidak hanya membawa dampak positif untuk perekonomian masyarakat sekitar, namun juga untuk Negara," ujarnya belum lama ini.

Baca juga: PESONA Vihara Dharma Sasana Tanjungpinang, Destinasi Wisata Religi Sejak Abad 17

Baca juga: Pengelola Wisata di Tanjungpinang Dilatih Digital Branding  

Ia juga mengimbau kepada seluruh elemen untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) selama pandemi covid-19.

Ini menurutnya penting agar kasus covid-19 tak lagi melonjak yang berdampak pada lesunya sektor pariwisata.

"Sekarang kan sudah lebih baik. Ada beberapa yang sudah dilonggarkan, sudah boleh dibuka. Tinggal penerapan prokesnya yang dijaga," ujarnya.(TribunBatam.id/Junadi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Wisata Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved