Breaking News:

BATAM TERKINI

Cerita Miris 8 Calon PMI, Berharap Kerja di Malaysia Malah Terseret Kasus Hukum

Kota Batam, Kepri masih menjadi jalur empuk penyelundupan calon PMI tujuan Malaysia. Polisi mengungkap salah satu kasusnya berikut ini.

TribunBatam.id/Istimewa
Kasatpolairud Polresta Barelang, AKP Syaiful Badawi, SIK melihat kondisi boat pengangkut 8 calon PMI di perairan Belakangpadang, Batam, Senin (22/11/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Niat 8 warga luar Kepri untuk bisa bekerja di Malaysia lewat jalur ilegal harus pupus.

Mereka harus berurusan dengan polisi setelah boat yang dibawa oleh tersangka RM (18) berhadapan dengan kapal patroli Satpolairud Polresta Barelang di perairan Belakangpadang, Jumat (19/11) sekira pukul 20.30 WIB.

Boat bermesin 30PK itu bahkan nekat menabrak boat polisi hingga masuk ke hutan bakau setelah sempat terjadi kejar mengejar layaknya di film action.

Delapan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut di antaranya dua orang berasal dari Lombok, NTB.

Dua orang asal Banyuwangi, satu orang masing-masing asal Malang, Lamongan, Sleman dan Palembang.

Pengakuan miris pun terungkap dari sejumlah korbannya.

Baca juga: 947 PMI dari Malaysia dan Singapura Masih Jalani Karantina di Batam

Baca juga: Covid-19 Delta Plus Sudah Masuk Malaysia, Ini 5 Fakta tentang Turunan Virus Corona Tersebut

Belum lagi menikmati hasil bekerja di negeri jiran, mereka sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk bisa dibawa ke Malaysia.

Salah satu korban berinisial EP mengaku harus membayar uang sejumlah Rp 6,5 juta kepada AD yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Uang ini ia berikan setelah tiba di Bandara Hang Nadim Batam.

Lain lagi dengan korban lainnya berinisial MA yang sudah membayar Rp 11 juta kepada IC yang juga berstatus DPO.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved