KAPAL TERBAKAR DI LINGGA
Warga Soroti Kebakaran Kapal di Sungai Buluh Lingga: Bukan Pertama Kali Terjadi
Seorang tokoh masyarakat Sungai Buluh, Azam mengatakan, kejadian kapal kayu terbakar di area Pertamina sudah 4 hingga 5 kali terjadi
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Syarini menuturkan, saat ini pasien harus dirawat inapkan untuk mendapatkan perawatan yang cukup dari pihak rumah sakit.
"Dia akan dirawat inapkan, karena akan dibersihkan dulu luka-luka bakarnya itu," ucapnya.
Syarini pun tidak bisa memprediksi, berapa lama Junaidi akan dilakukan penanganan rawat inap.
"Mungkin dia tidak terlalu luas, jadi kita tidak terlalu khawatir, di tangan saja soalnya. Kemungkinan sembuh itu ya mudah-mudahan lebih cepat seminggu atau dua minggu mungkin ya, karena cuma prediksi," jelasnya.
Kesaksian Warga
Sementara itu, inilah kesaksian warga terkait kebakaran kapal pengangkut minyak di perairan Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singket Barat, Lingga, Rabu (24/11/2021).
Saksi mata Marzuki mengatakan sebelum terbakar, kapal tersebut sempat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pertamina Desa Sungai Buluh.
Memang, sebelum adanya insiden ini, si pemilik kapal memang sering mengisi minyak di sana dan mengangkut puluhan drum minyak solar atau bensin.
"Kapal itu mau berangkat sudah selesai mengisi minyak," kata Marzuki kepada Tribun Batam.id.
Dari informasi, kebakaran kapal yang terjadi sekira pukul 08.30 WIB itu diduga akibat percikan api saat pemilik kapal menyalakan mesin robin sedot air.
Marzuki yang melihat kebakaran itu pun berlari ke arahnya.
"Saat itu posisi kapal bersandar di samping kapal tongkang minyak. Saya ambil kayu buat menolak kapal agar tidak menghampiri lokasi Pertamina," katanya.
Marzuki menjelaskan, bahwa saat kejadian ada satu orang yang berada di kapal.
Saat api membesar, satu orang yang berada di kapal itu melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
"Di kapal itu sebenarnya ada dua orang, tapi satu orang temannya sedang naik ke darat. Dia sendiri di sana, terjun ke laut dan diselamatkan kapal dari pulau yang melintas," terang Marzuki.
Sementara itu, Kepala Gudang Pertamina Hendi mengatakan, bahwa pemilik kapal itu mengisi sebanyak 7 drum solar dan 74 drum pertalite.
"Semuanya dia isi ada 81 drum totalnya. Biasanya memang dia sering ngulang untuk ngisi minyak di sini," ucapnya.
Pria yang disapa Pak Nang ini menerangkan, saat ini satu orang korban dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar.
"Bagian kanannya terbakar tadi," sebutnya.
Hingga sekira pukul 11.12 WIB, api yang membakar kapal itu masih belum padam. Kapal itu sendiri terbawa arus saat terbakar.
Dari pantauan TribunBatam.id, insiden kapal pengangkut minyak terbakar ini mendapat perhatian dari masyarakat setempat. Lantaran dari kejauhan, asap hitam terlihat mengepul.
(TribunBatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita tentang Lingga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2411kapal-terbakar-di-lingga2.jpg)