Senin, 1 Juni 2026

INFO CUACA

Prakiraan Cuaca Pulau Bintan Tiga Hari Ke Depan, La Nina Bakal Berlangsung hingga Juni 2022

BMKG Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, tiga hari mendatang.

Tayang:
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak |
DOK TRIBUNWOW
BMKG Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, tiga hari mendatang. Ilustrasi 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tiga hari ke depan.

Dijelaskan, analisis dinamika, suhu muka laut (Sea Surface Temperature atau SST) per tanggal 26 November 2021 di sekitar Perairan Kepulauan Riau khususnya di Perairan Pulau Bintan umumnya masih dalam kondisi yang hangat berkisar antara 29 - 30°C.

Dan anomali SST di wilayah perairan Kepulauan Riau cenderung bersifat positif yang bernilai antara 0.0 s.d. 1.5°C.

Indeks ENSO terupdate masih bernilai -1.07 dan dalam kondisi La Nina Moderat, sehingga secara umum dapat memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas
konveksi di wilayah Indonesia, terutama di Indonesia bagian tengah dan timur.

Diprakirakan kondisi La Nina Lemah akan berlangsung hingga April - Juni 2022.

"Indeks Dipole Mode (DMI) terupdate juga masih bernilai -0.39 dalam kondisi netral. Diprakirakan kondisi negatif cenderung netral hingga Mei 2022. Kondisi tersebut untuk saat ini tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia termasuk wilayah Kepulauan Riau," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Hayu Nur Mahron, Minggu, (28/11/2021).

Baca juga: SEMPAT Muntah Darah dan Sesak Nafas, Siswi SMP Asal Karimun Kini Rawat Jalan di Batam

Baca juga: GEGARA Kapal Roro Tak Beroperasi ke Lingga, Harga Bahan Pokok Naik

Ia menyebutkan, analisis per tanggal 26 November 2021 menunjukkan MJO berada dalam kondisi aktif di fase 4 dengan intensitas lemah.

Kondisi tersebut kurang memberikan pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kepulauan Riau.

"Aliran massa udara di wilayah Indonesia pada Dasarian III November 2021 diprakirakan Monsun Asia sudah aktif dimana massa udara dari Samudera Pasifik mulai memasuki wilayah Indonesia, khususnya di utara garis ekuator. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan di wilayah sekitar ekuator, khususnya Pulau Bintan. Namun, kecepatan angin lapisan bawah hingga menengah yang kencang dapat menghambat pertumbuhan awan hujan di wilayah Pulau Bintan," terangnya.

Untuk prakiraan kelembapan udara lanjutnya, relatif (relative humidity) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya hingga akhir dasarian III November 2021 untuk lapisan permukaan diperkirakan 70% - 95%.

Untuk lapisan 850 mb diprakirakan 40% - 80%.

Untuk lapisan 700 mb berkisar antara 30% - 75%.

Kondisi tersebut mengindikasikan kurangnya pasokan uap air di wilayah Pulau Bintan yang kurang mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan.

"Untuk peringatan dini yang harus diwaspadai terjadinya hujan sedang - lebat secara tiba-tiba yang dapat disertai petir dan angin kencang serta gelombang laut tinggi akibat munculnya awan Cumulonimbus," ungkapnya.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer pengaruh fenomena cuaca skala global (IOD, ENSO, dan MJO) kurang berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia bagian barat.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved