Breaking News:

INFO CUACA

PRAKIRAAN Cuaca di Pulau Bintan 3 Hari Mendatang, Berpotensi Hujan dan Gelombang Tinggi

BMKG Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepri untuk 3 hari ke depan.

DOK TRIBUNWOW
BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tiga hari ke depan.  Ilustrasi 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tiga hari ke depan. 

Analisis dinamika, suhu muka laut (Sea Surface Temperature atau SST) per tanggal 02 Desember 2021 di sekitar Perairan Kepulauan Riau khususnya di Perairan Pulau Bintan umumnya masih dalam kondisi yang hangat berkisar antara 29 - 30°C dan anomali SST di wilayah perairan Kepulauan Riau cenderung bersifat positif yang bernilai antara 1.0 s.d. 2.0°C.

Indeks ENSO terupdate masih bernilai -0.52 dan dalam kondisi La Nina Lemah, sehingga secara umum dapat memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia, terutama di Indonesia bagian tengah dan timur.

Diprakirakan kondisi La Nina Lemah akan berlangsung hingga April - Juni 2022.

"Indeks Dipole Mode (DMI) terupdate juga masih bernilai -0.32 dalam kondisi netral. Diprakirakan kondisi negatif cenderung netral hingga Mei 2022. Kondisi tersebut untuk saat ini tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia termasuk wilayah Kepulauan Riau," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Miranda Putri Permatasari, Minggu, (5/12/2021).

Ia menyebutkan, analisis per tanggal 28 November 2021 menunjukkan MJO berada dalam kondisi aktif di fase 5 dengan intensitas lemah. Kondisi tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kep. Riau.

"Aliran massa udara di wilayah Indonesia pada dasarian III November 2021 yakni Monsun Asia sudah aktif dan diprediksi tetap aktif hingga dasarian III Desember 2021. Massa udara dari Samudera Pasifik mulai memasuki wilayah Indonesia, khususnya di utara garis ekuator. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan di wilayah sekitar ekuator, khususnya Pulau Bintan," terangnya.

Baca juga: APAKAH La Nina Bakal Ancam Batam? Ini Kata Pakar dari Politeknik Negeri Batam

Untuk prakiraan kelembapan udara lanjutnya, relatif (relative humidity) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya hingga akhir dasarian III Desember 2021 untuk lapisan permukaan diperkirakan 80% - 85%. Untuk lapisan 850 mb dan 700 mb diprakirakan 75% - 85%. Kondisi tersebut mengindikasikan cukupnya ketersediaan pasokan uap air di wilayah Pulau Bintan yang dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan.

"Untuk peringatan dini yang harus diwaspadai terjadinya hujan sedang - lebat secara tiba-tiba yang dapat disertai petir dan angin kencang serta gelombang laut tinggi akibat munculnya awan Cumulonimbus," ungkapnya.

Waspada gelombang tinggi untuk diwilayah Perairan Bintan yang mampu mencapai 2,5 meter dan Perairan utara Anambas - Natuna yang mampu mencapai 5,0 meter.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer pengaruh fenomena cuaca skala global (IOD, ENSO, dan MJO) kurang berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia bagian barat. Nilai SST yang masih hangat dengan nilai anomali SST positif dapat meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer yang mendukung untuk pertumbuhan awan konvektif signifikan di wilayah Pulau Bintan

Fenomena cuaca skala lokal berupa adanya belokan angin (shearline) masih dominan terjadi di sekitar Pulau Bintan dan sekitarnya.

Namun, kecepatan angin lapisan bawah hingga menengah yang kencang dapat menghambat pertumbuhan awan konvektif.

Selanjutnya, kondisi atmosfer pada lapisan bawah hingga menengah yang diprakirakan cukup basah dapat mendukung untuk terbentuknya awan konvektif penghasil hujan berupa awan Cumulonimbus (Cb). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved