Kamis, 9 April 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Banjir Rob Setinggi Betis Orang Dewasa Genangi Rumah Warga di Tanjungpinang

Banjir rob yang terjadi di Jalan Taman Sari Tanjungpinang, disebabkan meluapnya volume air laut Sei Jang yang tak jauh dari pemukiman warga

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Perumahan warga di Jalan Taman Sari Tanjungpinang terendam banjir rob setinggi betis orang dewasa, Rabu, (8/12/2021) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Banjir rob menggenangi sejumlah rumah warga di Jalan Taman Sari, Kelurahan Sei Jang, Kota Tanjungpinang, Rabu (8/12/2021).

Pantauan Tribun Batam di lokasi, tingginya genangan air telah mencapai betis orang dewasa.

Sejumlah sampah berbahan plastik, ranting kayu dan sisa olahan dapur tampak mengapung terbawa arus genangan air ke jalan dan teras rumah warga.

Banjir ini menggenangi rumah 60 Kepala Keluarga di sana, lantaran meluapnya volume air laut Sei Jang yang tak jauh dari pemukiman warga.

Sejumlah warga pun terlihat sibuk mengevakuasi perabotan rumah tangga seperti tempat tidur dan tikar yang diletakkan di meja.

Beberapa yang lain sibuk mondar-mandir mengevakuasi motor ke tempat yang tidak digenangi air.

Di sisi lain, sejumlah anak-anak tampak riang ria bermain air dan berlarian mengejar satu sama lain. Bahkan ikan-ikan yang terlihat di genangan air pun turut dikejarnya.

Warga Taman Sari, Udin mengatakan, sudah dua hari terakhir banjir rob menggenangi rumah warga. Yakni mulai pukul 10.00 - 13.00 WIB.

Baca juga: WASPADA Cuaca Ekstrem! Selain Banjir Rob, Gelombang Laut Rusak Sampan dan Pondok Daerah Ini

Baca juga: Banjir Rob Terjang 6 Kecamatan, Warga Bersiap Banjir Air Pasang Susulan

"Ini banjir dari air pasang laut, tiap tahun memang selalu begini bang. Kalau dekat rumah saya ini tingginya bisa sampai di atas mata kaki, tapi kalau perumahan di dalam sana karena tanahnya yang rendah sudah sebetis orang dewasa," ujarnya kepada Tribun Batam.

Bahkan lanjut Udin, banjir rob juga masuk ke rumahnya melalui dapur, sehingga membuatnya sibuk untuk menguras air dan mengepel lantai yang disertai tanah jalan.

"Selain air pasang, saluran parit di belakang perumahan ini juga kurang lebar dan dalam bang," terangnya sembari menguras air yang mulai masuk diterasnya.

Ia berharap, ada solusi dari pemerintah setempat untuk meminimalisir dampak banjir rob yang selalu terjadi tiap tahun di wilayahnya.

"Harapan masyarakat ya bagaimana supaya banjir ini tidak masuk ke rumah warga itu saja. Tentu pemerintah yang tahu solusinya," ucap Udin.

Senada dengan Udin, Ketua RT 02, RW 04, Syamsuardin menjelaskan, banjir rob yang cukup tinggi menggenangi rumah warga terjadi sejak dua tahun terakhir mulai dari bulan Desember hingga Januari.

"Tiap tahun memang terendam, tapi dua tahun terakhir ini debitnya lebih tinggi," jelasnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved