Jumat, 10 April 2026

LINGGA TERKINI

WASPADA Cuaca Ekstrem! Selain Banjir Rob, Gelombang Laut Rusak Sampan dan Pondok Daerah Ini

Tidak hanya banjir rob, cuaca ekstrem gelombang laut bahkan merusak sampan dan pondok warga pesisir.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
Gelombang laut terjang jalan di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepri, Rabu (8/12/2021). 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Banjir rob susulan kembali terjadi di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Rabu (8/12/2021).

Banjir akibat pasang air laut hingga ke daratan ini sebelumnya terjadi di titik-titik wilayah di dekat pesisir Kabupaten Lingga.

Pantauan TribunBatam.id, banjir rob juga terjadi di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir.

Tidak hanya banjir rob, gelombang laut disertai angin kencang mengantam badan jalan raya hingga merusak sampan dan pondok warga.

Akibatnya tidak air laut yang naik di jalan, namun sampah-sampah seperti batu, kayu, plastik, pasir laut terseret ke jalan hingga menimbun permukaan jalan.

Kondisi ini pun membuat pengguna jalan atau pengendara harus memelankan kendaraan mereka, agar tidak terkena hantaman gelombang.

Baca juga: Banjir Rob Terjang 6 Kecamatan, Warga Bersiap Banjir Air Pasang Susulan

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Prediksi Tinggi Gelombang Laut Natuna Utara Tembus 6 Meter

Warga memindahkan sampan mereka yang rusak dihantam gelombang laut ekstrem di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepri, Rabu (8/12/2021).
Warga memindahkan sampan mereka yang rusak dihantam gelombang laut ekstrem di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepri, Rabu (8/12/2021). (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Warga pun memberikan jalan kecil memasuki rumah warga, agar pengendara tidak terkena hantaman gelombang dari banjir rob itu.

Bahkan, sebuah perahu kecil atau sampan lama milik warga ikut terseret akibat gelombang laut ini.

"Hari ini karena ada angin, semalam tidak ada makanya agak tinggi naik ke jalan," kata salah seorang warga, Adni kepada TribunBatam.id.

"Itu pun sampan terseret ke jalan tadi karena gelombang," sambung warga lainnya.

Dua orang warga sekitar pun tampak berusaha memindahkan sampan dan kayu besar yang berada di atas jalan, agar tidak menggangu pengendara.

Tidak jauh dari sana, wilayah Pesisir di Desa Lanjut juga dalam kondisi yang sama.

Di sana juga tampak Satpolairud Polres Lingga, yang tampak memasang trafific cone atau pembatas jalan, agar pengendara tidak terlalu menepi di dekat pantai ketika melewati area tersebut.

Kasatpolairud Polres Lingga, AKP Thomas Charles memberi atensi pada sejumlah desa seperti Desa Persing, Sedamai dan Desa Lanjut, untuk mengantisipasi kecelakaan yang diakibatkan terjangan air laut yang naik ke jalan.

Baca juga: Banjir di Natuna, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan: Belum ada Evakuasi Darurat

Baca juga: BATAM Diperkirakan Bakal Diguyur Hujan hingga Senin 4 Januari Mendatang, Waspadai Air Pasang!

Pondok warga rusak diterjang gelombang laut ekstrem di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepri, Rabu (8/12/2021).
Pondok warga rusak diterjang gelombang laut ekstrem di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepri, Rabu (8/12/2021). (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Hal ini bisa diprediksi terjadi kembali terjadi, untuk banjir rob susulan dalam waktu dekat atau beberapa hari ke depan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved