Selasa, 28 April 2026

LINGGA TERKINI

WASPADA Cuaca Ekstrem! Selain Banjir Rob, Gelombang Laut Rusak Sampan dan Pondok Daerah Ini

Tidak hanya banjir rob, cuaca ekstrem gelombang laut bahkan merusak sampan dan pondok warga pesisir.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
Gelombang laut terjang jalan di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepri, Rabu (8/12/2021). 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Banjir rob susulan kembali terjadi di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Rabu (8/12/2021).

Banjir akibat pasang air laut hingga ke daratan ini sebelumnya terjadi di titik-titik wilayah di dekat pesisir Kabupaten Lingga.

Pantauan TribunBatam.id, banjir rob juga terjadi di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir.

Tidak hanya banjir rob, gelombang laut disertai angin kencang mengantam badan jalan raya hingga merusak sampan dan pondok warga.

Akibatnya tidak air laut yang naik di jalan, namun sampah-sampah seperti batu, kayu, plastik, pasir laut terseret ke jalan hingga menimbun permukaan jalan.

Kondisi ini pun membuat pengguna jalan atau pengendara harus memelankan kendaraan mereka, agar tidak terkena hantaman gelombang.

Baca juga: Banjir Rob Terjang 6 Kecamatan, Warga Bersiap Banjir Air Pasang Susulan

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Prediksi Tinggi Gelombang Laut Natuna Utara Tembus 6 Meter

Warga memindahkan sampan mereka yang rusak dihantam gelombang laut ekstrem di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepri, Rabu (8/12/2021).
Warga memindahkan sampan mereka yang rusak dihantam gelombang laut ekstrem di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepri, Rabu (8/12/2021). (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Warga pun memberikan jalan kecil memasuki rumah warga, agar pengendara tidak terkena hantaman gelombang dari banjir rob itu.

Bahkan, sebuah perahu kecil atau sampan lama milik warga ikut terseret akibat gelombang laut ini.

"Hari ini karena ada angin, semalam tidak ada makanya agak tinggi naik ke jalan," kata salah seorang warga, Adni kepada TribunBatam.id.

"Itu pun sampan terseret ke jalan tadi karena gelombang," sambung warga lainnya.

Dua orang warga sekitar pun tampak berusaha memindahkan sampan dan kayu besar yang berada di atas jalan, agar tidak menggangu pengendara.

Tidak jauh dari sana, wilayah Pesisir di Desa Lanjut juga dalam kondisi yang sama.

Di sana juga tampak Satpolairud Polres Lingga, yang tampak memasang trafific cone atau pembatas jalan, agar pengendara tidak terlalu menepi di dekat pantai ketika melewati area tersebut.

Kasatpolairud Polres Lingga, AKP Thomas Charles memberi atensi pada sejumlah desa seperti Desa Persing, Sedamai dan Desa Lanjut, untuk mengantisipasi kecelakaan yang diakibatkan terjangan air laut yang naik ke jalan.

Baca juga: Banjir di Natuna, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan: Belum ada Evakuasi Darurat

Baca juga: BATAM Diperkirakan Bakal Diguyur Hujan hingga Senin 4 Januari Mendatang, Waspadai Air Pasang!

Pondok warga rusak diterjang gelombang laut ekstrem di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepri, Rabu (8/12/2021).
Pondok warga rusak diterjang gelombang laut ekstrem di Desa Sedamai, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepri, Rabu (8/12/2021). (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Hal ini bisa diprediksi terjadi kembali terjadi, untuk banjir rob susulan dalam waktu dekat atau beberapa hari ke depan.

"Diimbau kepada pengguna jalan atau masyarakat selalu hati-hati, agar tidak tekena imbas air laut yang naik ke darat," kata Thomas.

Warga pun berencana akan membersihkan sampah yang berserakan di jalan tersebut, ketika air laut mulai surut.

Selain di Lingga, banjir rob juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas, khususnya di Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan dan sejumlah daerah di Pulau Jemaja.

TERJANG 6 Kecamatan

Air laut pasang atau banjir rob sebelumnya menggenangi puluhan rumah warga di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Selasa (7/12/2021).

Banjir rob hampir menggenangi seluruh bagian pesisir atau rumah warga di muara sungai.

Dari informasi yang TribunBatam.id himpun, wilayah yang terdampak banjir rob, yakni di daerah wilayah Kecamatan Singkep, Kecamatan Singkep Pesisir, Kecamatan Singkep Barat.

Kemudian Kecamatan Lingga, Kecamatan Senayang dan Kecamatan Selayar.

Salah satunya dari daerah Kampung Baru, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep juga turut terdampak banjir rob.

Bahkan salah satu rumah terpaksa harus memindahkan barang perabotan, akibat air laut yang sudah memasuki rumahnya.

"Kami bantu pindahkan barang-barang ada satu rumah masuk air. Kayaknya besok akan pasang lagi," kata salah seorang warga, Toni kepada TribunBatam.id.

Baca juga: Feri Tanjung Pinjang Tujuan Anambas Tak Berangkat Dampak Cuaca Buruk Akhir Tahun

Baca juga: BREAKINGNEWS: Batam Hujan Disertai Angin Kencang Sejak (31/3) Dini Hari, AWAS Banjir dan Air Pasang!

Pantauan lain di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep juga sejumlah rumah warga ikut terendam banjir.

Meski tidak sampai masuk di dalam rumah, namun dari TribunBatam.id, air laut yang masuk di kawasan dua unit rumah mencapai hingga ketinggian pinggang orang dewasa.

Bahkan, beberapa warga yang sudah sering melihat fenomena akhir tahun ini memprediksi, bahwa air laut pada besoknya Rabu (8/12/2021) akan lebih tinggi lagi.

"Dia ada 3 hari biasanya air laut pasang. Hari ini hari kedua air laut masuk, besok kemungkinan lebih dalam lagi," kata Aw, yang merupakan warga Kampung Suak Rasau.

"Ya kemungkinan besok dalam lagi, besok kayaknya ada air yang sampai masuk rumah," kata Jang membenarkan.

Namun begitu, fenomena ini tidak membuat sebagian masyarakat rugi.

Hanya saja, saat air laut suruh banyak meninggalkan sampah-sampah yang berserakan di halaman rumah warga.

Beberapa anak juga memanfaatkan fenomena ini dengan berenang dan ada yang juga memancing di kawasan rumah.(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Lingga

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved