Selasa, 12 Mei 2026

CORONA KEPRI

1.339 PMI Jalani Karantina Panjang di Rusun Batam, Cegah Varian Baru Corona

Masa karantina PMI di Batam diperpanjang menjadi 10 hari untuk cegah corona. Alhasil ada 1.339 PMI yang masih jalani karantina di 3 rusun Batam

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/PERTANIAN SITANGGANG
1.339 PMI Jalani Karantina Panjang di Rusun Batam, Cegah Varian Baru Corona. Foto suasana Rusun Batamec tempat Karantina PMI di Kota Batam, belum lama ini 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jelang Natal dan Tahun Baru 2022, Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia terus masuk ke Batam lewat jalur laut.

Saat ini sebanyak 1.339 PMI, sedang menjalani karantina di tiga rusun yang disiapkan Pemerintah Kota Batam.

Yakni di Rusun Batamec, Rusun BP Batam dan Rusun Putra Jaya, sebelum dipulangkan ke daerah asalnya.

Membludaknya jumlah PMI yang menjalani karantina, dikarenakan adanya penambahan waktu masa karantina dari tiga hari menjadi lima hari, dan lima hari menjadi 10 hari.

Hal tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus varian baru B.1.1.529 atau Omicron di Indonesia, khususnya di Batam.

Dari 1.339 PMI yang menjalani karantina di Batam, empat orang di antaranya positif Covid-19 setelah menjalani tes swab pertama.

Selanjutnya saat dilakukan swab kedua, empat orang lainnya juga positif terpapar Covid-19.

"Untuk PMI yang terpapar Covid-19, sudah kita kirimkan ke Rumah Sakit Khusus Insfeksi (RSKI) Galang," kata dr Anggita, tenaga medis yang menangani PMI di Batam, Selasa (14/12/2021.

Baca juga: Anak Usia 6-11 Tahun Mulai Divaksin Covid-19, Ini Pesan Walikota Batam HM Rudi

Baca juga: China Deteksi Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron, Kepri Malah Cetak Rekor

Sebelumnya diberitakan sebanyak 7.000 PMI menunggu antrean pemulangan dari dua pelabuhan di Malaysia, lewat Batam, Provinsi Kepri, sampai 31 Desember 2021.

Pemulangan PMI dari Malaysia, dilaksanakan secara bertahap karena melihat kondisi ketersediaan tempat karantina di Batam. Hal ini juga untuk menghindari masuknya virus varian baru B.1.1.529 atau Omicron yang dibawa oleh PMI dari negara tetangga yakni Malaysia.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316 Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, yang bertugas mengawal masuknya PMI, menjelaskan saat ini untuk pemulangan PMI dari Malaysia diperketat. Mengingat adanya virus varian baru B.1.1.529 Omicron.

"Saat ini PMI yang sudah mendaftar untuk dipulangkan dari Malaysia melalui Batam, di dua pelabuhan di Malaysia yakni Pelabuhan Stulang Laut Malaysia dan Pelabuhan Pasir Gudang Johor Malaysia, sebanyak 7.000 orang," kata Sigit.

Dia menjelaskan pemulangan akan dilaksanakan secara bertahap sampai 31 Desember 2021 yang akan datang.

Pemulangan secara bertahap dilaksanakan karena melihat kondisi ketersediaan rusun tempat karantina di Batam yang sebelumnya hanya bisa menampung 1.018 orang.

"Namun beberapa waktu lalu, kita bersama tim Satgas dan Pemerintah Kota Batam, sudah melakukan rapat, dan disepakati penambahan tempat karantina, dimana saat ini tempat karantina bisa menampung 1.800 orang," kata Sigit.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved