Amerika Serikat Desak China Berhenti Buat Masalah di Indo-Pasifik
Amerika Serikat gusar dengan sikap China yang terus saja membuat 'masalah' di kawasan Indo-Pasifik.
TRIBUNBATAM.id - Sikap China yang membuat heboh dunia Internasional membuat Amerika Serikat (AS).
Sebut saja soal klaimnya tentang Laut Natuna Utara atau yang dikenal dengan Laut China Selatan yang jelas-jelas merupakan wilayah kedaulatan Republik Indonesia.
Lewat dipolimatnya, China bahkan berani mengirim surat ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia untuk menghentikan aktivitas pengeboran minyak dan gas (migas) di sana.
Lalu sikapnya dengan Taiwan yang terus saja unjuk gigi dengan mengerahkan kekuatan militernya.
Taiwan pun sejak awal mengandalkan Amerika Serikat sejak berkonflik dengan China.
Amerika Serikat (AS) sebenarnya tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan.
Namun, AS merupakan pendukung sekaligus pemasok senjata utama ke negara itu.
Baca juga: China Deteksi Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron, Kepri Malah Cetak Rekor
Baca juga: China Meradang, Sejumlah Negara Ikut Amerika Serikat Boikot Olimpiade Beijing 2022
Ini belum lagi dengan kebijakan ekonomi yang membuat sejumlah negara ketar-ketir dibuatnya.
China bahkan berani menolak ekspor hingga mencabut kesepakatan dengan sejumlah negara yang bertentangan dengan kebijakan negaranya.
Lithuania salah satu contohnya.
China 'menghukum' negara di Eropa ini setelah mengizinkan Taiwan membuka kedaulatan de facto negaranya.
China tidak hanya memutuskan hubungan dengan sejumlah perusahaan di Lithuania.
Mereka juga mendesak ke sejumlah negara ketiga untuk tidak berbisnis dengan Lithuania.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menyatakan keresahannya atas tindakan China di Indo-Pasifik.
Ia mendesak China untuk menghentikan "tindakan agresif" di Indo-Pasifik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/foto-perlombaan-teknologi-6g-masih-terjadi-antara-china-dan-amerika-serikat.jpg)