Minggu, 26 April 2026

China Meradang, Sejumlah Negara Ikut Amerika Serikat Boikot Olimpiade Beijing 2022

China gusar setelah sejumlah negara mengikuti sikap Amerika Serikat yang memboikot diplomatik Olimpiade Beijing 2022.

TribunBatam.id/Istimewa
Logo Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 di Taman Shougang di Beijing. Foto diambil pada 1 Desember 2021.(NOEL CELIS / AFP) 

TRIBUNBATAM.id - Negara yang mengikuiti jejak Amerika Serikat dengan memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing pada 2022 bertambah.

China pun dibuat meradang dengan sikap sejumlah negara itu.

Beijing menegaskan jika negara yang mengambil sikap dengan tidak mengirim diplomat mereka untuk menghadiri Olimpiade Beijing pada Februari 2022 akan menerima konsekuensi dari langkah yang mereka ambil.

Meski demikian, sejumlah atlet mereka tetap berlaga dalam Olimpiade Beijing 2022.

Negeri Tirai Bambu itu memang dibuat gusar dengan sikap Inggris, Kanada hingga Australia yang mengikuti jejak Amerika Serikat.

China menganggap sejumlah negara yang memboikot perhelatan olahraga akbar pada awal tahun 2022 malah menggunakannnya sebagai manipulasi politik.

Baca juga: China Gak ada Lawan? Sederet Alasan Mengapa Banyak Produk Made in China

Baca juga: Malu Sempat Tinggal Kelas, Begini Kisah Ranty Maria Akhirnya Masuk Kelas Olimpiade

"Mereka akan menerima konsekuensinya," ujar seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China seperti diberitakan Reuters pada Kamis (9/12) dalam sebuah konferensi pers.

Sementara Prancis mengambil sikap dengan tidak memboikot acara olahraga tersebut.

Menteri Pendidikan Prancis, Jean-Michel Blanquer mengatakan, olahraga seharusnya dilindungi dari campur tangan politik.

Kepresidenan Prancis sebelumnya pada Rabu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa akan ada reaksi atas masalah ini di tingkat Eropa.

Mereka juga memperhatikan keputusan Amerika Serikat ketika memiliki kekhawatiran tentang hak asasi manusia.

"Mengenai boikot diplomatik, Prancis tidak akan melakukannya," ucapnya seperti dikutip Tribunnews.com.

Sementara Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan pengumuman negara tentang boikot seharusnya tidak mengejutkan bagi China.

Mengingat banyaknya tuntutan negara-negara barat atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Sebelumnya, China telah menyayangkan sikap AS setelah pengumuman boikotnya, dengan mengatakan negara itu akan "membayar harga."

Baca juga: BUMN China Indonesia Bangun Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung di Tengah Risiko Utang

Baca juga: China Punya Jebakan Utang Bikin Inggris Waspada, Indonesia Bagaimana?

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved