Kamis, 30 April 2026

Jangan Takut Buka Usaha saat Pandemi, Begini Tips Raup Cuan meski Berjualan di Rumah

Pandemi mengubah cara orang berdagang dan bertransaksi di mana banyak dilakukan secara digital. Lakukan inovasi dan ubah strategi jualan saat pandemi

Tayang:
Istimewa
Jualan online - Jangan Takut Buka Usaha saat Pandemi, Begini Tips Raup Cuan meski Berjualan di Rumah. FOTO ILUSTRASI 

TRIBUNBATAM.id - Sudah hampir dua tahun Covid-19 menyerang dan merontokkan sendi-sendi perekonomian. 

Banyak kisah orang-orang yang tadinya hidup berkecukupan terjun bebas, kini berjuang hebat selama pandemi.

Pandemi Covid-19 benar-benar menjadi momok menakutkan bagi siapa pun tanpa terkecuali.

Pengangguran bertambah, dampak dari banyaknya perusahaan mengurangi pekerjaannya.

Efeknya, banyak pedagang bermunculan, menjajakan apa saja, baik secara fisik maupun dari online.

Mereka yang paham situasi kemungkinan bertahan, namun yang konvensional bakal tergerus pandemi.

Ya, pandemi mengubah cara orang berdagang dan bertransaksi di mana lebih banyak dilakukan secara digital.

Dengan demikian, sebenarnya tak berarti peluang usaha di masa sulit seperti sekarang ini hilang begitu saja.

Baca juga: Kisah Edo Penjual Buah Jambu Bangkok, Punya Kerja Sampingan Demi Bertahan Saat Pandemi

Baca juga: Masuk Dalam Deretan Orang Terkaya di Indonesia, Siapa Sangka 4 Orang Ini Berjualan Makanan Ringan

Sebab banyak fakta banyak usaha mengalami kebangkitan dan bertahan selama Covid-19 mengadang.

Bagi mereka pandemi terbukti menjadi pemicu atas ide-ide bisnis yang sebelumnya tak terpikirkan.

Contohnya saja, pengusaha pakaian dan makanan yang tadinya mengandalkan bazar berjualan.

Kini mereka nyaman berjualan online dan mampu menghasilkan untung berkali-kali lipat dari sebelumnya.

Untuk mendapati hasil tersebut, tentu tak ada sistem kebut semalam.

Beberapa pebisnis memiliki strategi jitu agar tidak kalah dari pandemi.

Paling tidak, hal pertama yang harus mereka miliki adalah kemampuan beradaptasi.

Sebelum pandemi, banyak usaha masih beroperasi secara konvensional untuk menggaet konsumen.

Namun, beberapa kebijakan terkait Covid-19 mengharuskan semua orang beraktivitas dari rumah.

Baca juga: 5 Pekerjaan yang Bisa Jadi Ladang Penghasilan Tambahan di Era Pandemi, Layak Dicoba!

Baca juga: Digitalisasi Langkah UMKM Kripik Kentang Bu Endang Batam Bangkit di Masa Pandemi

Ubah strategi 

Pebisnis yang adaptif akan mengganti strategi konvensional dengan meningkatkan digital presence atau bisa dibilang melakukan transformasi digital.

Dengan digitalisasi, pebisnis bisa menjangkau konsumen lebih luas dari mana dan kapan saja.

Kemudian, beberapa pebisnis juga melakukan kolaborasi strategis dengan partner untuk melengkapi kekurangan yang dimiliki.

Kolaborasi juga bertujuan untuk membangun produk atau layanan baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang kian berubah.

Terus berinovasi

Hal lain yang juga harus diperhatikan oleh pebisnis agar dapat bertahan di masa pandemi adalah dengan terus berinovasi.

Dilansir dari kompas.com, strategi bisnis yang adaptif dan kolaborasi dengan partner memang penting.

Baca juga: Jangan Cuma Bergoyang! Yuk Jualan Online di TikTok Shop, Ini Caranya

Baca juga: 3 Cara Jitu Foto Produk Terlihat Menarik untuk Jualan Online

Namun, bila tidak dibarengi dengan inovasi yang out of the box, strategi bisnis yang tengah diupayakan akan kurang optimal.

Perlu diketahui, inovasi yang dibutuhkan tak terbatas pada produk atau layanan yang berhubungan langsung dengan konsumen.

Sebuah inovasi juga bisa dihadirkan melalui perampingan kegiatan operasional dengan mempertimbangkan efisiensi waktu dan biaya.

.

.

.

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved