Digitalisasi Langkah UMKM Kripik Kentang Bu Endang Batam Bangkit di Masa Pandemi
Yuyun Deliana pelaku UMKM di Batam menceritakan pengalamannya mempertahankan usaha keripik kentangnya di tengah pandemi melalui Market Place Tokopedia
TRIBUNBATAM.id, BATAM- "Produk yang aku jual itu Indonesia banget, jadi ya aku pakai e-commerce yang juga buatan anak bangsa. Apalagi produk yang kujual dan user Tokopedia itu matching banget, sesuai dengan target market aku," ujar Yuyun Deliana, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kripik Kentang Bu Endang di Batam.
Yuyun Deliana satu dari antara banyak sosok pelaku UMKM di Batam ini menceritakan pengalamannya mempertahankan usaha keripiknya di tengah pandemi dengan bantuan platform digital. Tepatnya market place Tokopedia
Sudah bukan rahasia lagi kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak 2020 meruntuhkan berbagai lini bisnis.
Berbagai jenis usaha ikut terdampak pandemi ini, tak terkecuali para pelaku UMKM.
Beragam strategi dilakukan oleh para pelaku UMKM untuk dapat bertahan dalam situasi saat ini.
Hal itu seperti yang ikut dirasakan Yuyun Deliana, pemilik produk keripik kentang dengan merek Kripik Kentang Bu Endang.
Memulai usahanya sejak tahun 2016 silam, Yuyun semula hanya memanfaatkan komunitas lokal untuk memasarkan produk keripiknya tersebut.
Baca juga: Cara Scan Barcode PeduiLindungi di Aplikasi Gojek dan Tokopedia untuk Masuk Mal dan Bioskop
Baca juga: Mengaktifkan GoPay di Tokopedia? Gampang, Ini Caranya
"Awalnya iseng, waktu itu ada acara makan-makan dengan teman, saya buat deh keripik ini. Ternyata teman-teman pada suka. Habis itu mulai belajar-belajar buat packagingnya. Jualan pertama itu sebatas komunitas saja, dari teman ke teman. Karena saat itu juga saya masih bekerja di perusahaan," ujarnya saat ditemui Tribun Batam, Jumat (22/10/2021) malam.
Keluar dari perusahaan restoran cepat saji tempatnya bekerja, wanita yang berkecimpung di dunia Public Relation itupun semakin menekuni usaha keripiknya tersebut.
Dibuat dengan resep keluarga, berbagai varian keripik kentang buatannya inipun didapatkan dari ide yang diberikan oleh loyal customernya.
"Resepnya dari tanteku namanya Bu Endang, makanya namanya diambil dari situ. Seiring perjalanannya, aku inovasi varian rasanya, ada yang original, pedes judes, sampai paru. Nama-nama itu semua diberikan teman-teman. Dan saya bersyukur, secara komersil nama itu cocok," kata Yuyun.
Kripik Kentang Bu Endang menurutnya lahir dan besar pertama kali lewat pertemanan di sekitar Yuyun Deliana.
"Waktu itu masih booming pameran. Karena belum ada covid kan. Saya rajin ikut pameran, dan selalu ludes. Yang beli rata-rata memang datang dari komunitas lokal. Saat itu belum sama sekali terpikir fokus jualan lewat digital, kalaupun saya buat medsosnya dan toko di market place, lebih untuk memperkuat branding," tuturnya.
Meski demikian, Ia sudah cukup familiar dengan platform digital.
Yuyun menilai, di tahun tersebut, media sosial dan platform digital lainnya baru digunakan user sebagai tempat untuk eksis semata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/23102021_kripik-kentang-bu-endang-1.jpg)