Selasa, 9 Juni 2026

BINTAN TERKINI

Polisi Selidiki Pemilik Boat Angkut PMI Tujuan Malaysia Berujung Nahas, 2 Pelabuhan Jadi Atensi

Dua pelabuhan jadi atensi ketika mendapat informasi ada pengiriman TKI ilegal tujuan Malaysia. Apa yang mereka temukan?

Tayang:
TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono masih menyelidiki pemilik boat yang nelat membawa puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga tenggelam di perairan Malaysia, Rabu (15/12/2021). 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Anggota Polres Bintan menyelidiki pemilik boat yang mengangkut puluhan Pekerja Migran Indonesia yang tenggelam di perairan Tanjung Balau, Johor Bahru, Malaysia, Rabu (15/12/2021).

Boat yang dilaporkan bergerak dari Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri ini dilaporkan terbalik dan karam di perairan Malaysia sekira pukul 04.30 WIB.

Data yang dihimpun Basarnas Tanjungpinang hingga Jumat (17/12/2021) mencatat 18 penumpang dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian 22 selamat dan 20 orang masih dalam pencarian.

Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono langsung memerintahkan anggota Satpolairud Polres Bintan untuk mengecek sejumlah pelabuhan.

Baca juga: 7.000 TKI (PMI) Daftar Pulang ke Indonesia, Sigit Minta Kapasitas Rusun di Batam Ditambah

Baca juga: 1.339 PMI Jalani Karantina Panjang di Rusun Batam, Cegah Varian Baru Corona

Dua pelabuhan menjadi atensi mereka.

Selain Pelabuhan Gentong di Kecamatan Bintan Utara, Pelabuhan Sei Kecil di Kecamatan Teluk Sebong juga menjadi fokus mereka pada Rabu (15/12) malam.

Hal ini lantaran dicurigai masih ada aktivitas pengiriman TKI secara non prosedural atau ilegal dari Tanjunguban, Bintan ke Malaysia.

"Anggota langsung bergerak begitu mendapat informasi ada TKI ilegal berangat dari pelabuhan itu. Setelah dicek, tidak ada aktivitas di sana," ungkapnya.

Tidar pun masih menyelidiki siapa pemilik boat yang nekad mengangkut 60 Pekerja Migran Indonesia ke negeri jiran Malaysia saat dini hari itu.

Polres Bintan bahkan telah berkoordinasi dengan instansi terkait, mulai dari pihak imigrasi, TNI AL hingga Bea Cukai.

"Langkah pertama kami cek ke lokasi. Anggota Polair mengecek di situ apa bener ada. Kalau memang masih ada kita tindaklanjuti karena dibilang di situlah tempat berkumpulnya. Namun, saat kami ke lokasi tidak ada,"terangnya.

Langkah beritkutnya lanjut Kapolres Bintan itu adalah dengan berkoordonasi dengan tim terpadu.

Termasuk dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Malaysia.

Baca juga: Jalur Gelap Malaysia - Kepri Antar Nyawa TKI, BP2MI Bentuk Tim Investigasi Khusus

Baca juga: 7.000 TKI (PMI) Daftar Pulang ke Indonesia, Sigit Minta Kapasitas Rusun di Batam Ditambah

Ini menurutnya penting untuk memastikan identitas korban untuk mengetahui apakah benar masyarakat sini atau mereka hanya melintas.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved