Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

AWAS! Ada Oknum Ngaku Walikota & Wawako Tanjungpinang Tipu Pengurus Masjid, Ini Modusnya

Nama Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang dicatut pihak tak bertanggungjawab untuk menipu pengurus masjid di Tanjungpinang. Ini modusnya.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Tri Indaryani
ISTIMEWA
Nama Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang dicatut pihak tak bertanggungjawab untuk menipu pengurus masjid di Tanjungpinang. Foto:Ilustrasi 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Nama Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang dicatut oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Kejadian ini dialami oleh salah satu pengurus masjid di Kota Tanjungpinang

Penipuan dengan modus mengirimkan pesan melalui whatsapp kepada pengurus mesjid yang mengatasnamakan Walikota Tanjungpinang, Rahma juga Wakil Walikota, Endang Abdullah.

Dalam pesan tersebut, berisi pemberitahuan bahwa rumah ibadah mendapat bantuan uang operasional dari Pemko Tanjungpinang dan meminta nomor rekening. 

Melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Boby Wira Satria menyampaikan, bahwa pesan yang diterima pengurus rumah ibadah tersebut adalah benar terjadi.

"Namun nomor WA yang digunakan untuk mengirimkan pesan bukan nomor Walikota ataupun Wakil Walikota. Dan untuk menjadi perhatian kedepannya, jika mendapat pesan serupa, sebaiknya dikonfirmasi dahulu ke pihak RT atau OPD terkait akan kebenarannya,” kata Boby, Minggu (19/12/2021). 

Menanggapi hal tersebut, Walikota Rahma mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun pengurus rumah ibadah agar tidak langsung percaya dengan pesan yang diterima.

Baca juga: 4 Lokasi di Bintan Ini Diduga Jadi Tempat Pengiriman TKI Ilegal ke Luar Negeri

Baca juga: PROMO! Belanja Furniture di Informa dapat Cashback 15 Persen hingga Akhir Tahun

"Jangan langsung percaya begitu saja, jika ada bantuan untuk masyarakat, Pemko Tanjungpinang pasti akan berkoordinasi terlebih dahulu kepada Ketua RT, RW dan Pihak kelurahan setempat. Jadi sebaiknya pastikan dahulu minimal kepada RT setempat terkait pesan singkat maupun informasi apapun yang didapat oleh masyarakat,” kata Rahma. 

Rahma juga meminta agar masyarakat tidak melayani pesan singkat melalui aplikasi tersebut ataupun sms, karena kebenarannya sangat sulit dibuktikan.

"Di zaman teknologi canggih seperti sekarang ini, pihak yang tidak bertanggungjawab dapat dengan mudah melakukan penipuan, baik mengaku sebagai Kepala daerah ataupun kepala OPD, serta dapat merekayasa dengan mengedit gambar seperti bukti transfer dan lain sebainya. Untuk itu, di imbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati, jangan sampai kejadian serupa terulang kembali”, Ucap Rahma. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved