Breaking News:

CORONA KEPRI

Penambahan Kasus Covid-19 di Kepri Disebut Tertinggi, Ini Reaksi Gubernur Ansar

Jubir Satgas Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana memastikan informasi yang menyebut data kasus covid-19 Kepri tertinggi, Jumat (17/12) lalu keliru

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Penambahan Kasus Covid-19 di Kepri Disebut Tertinggi, Ini Reaksi Gubernur Ansar. Foto Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad kecewa dengan data yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Itu terkait informasi kasus perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Dalam data itu disebutkan, jika penambahan kasus covid-19 di Kepri merupakan terbanyak se-Indonesia.

Menyikapi informasi ini, Gubernur Ansar gerak cepat melakukan koordinasi dengan petugas covid-19 yang ada di Kepri.

Selain itu meminta Satgas Covid-19 Kepri dan Dinas Kesehatan melakukan komunikasi untuk konfirmasi atas kebenaran informasi dimaksud.

Di sisi lain, Ansar juga kecewa dengan Dubes RI di Malaysia terkait pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) lewat Kepri

"Tentu kita sangat kecewa, seharusnya Konjen atau Dubes RI di Malaysia memperketat pemulangan PMI. Salah satunya telah disepakati klinik yang ditunjuk oleh Kedutaan RI di Malaysia. Jika data ini benar, kita yakin pengawasan pemulangan PMI terlalu longgar dan tak terkontrol, sehingga PMI yang seharusnya terkonfirmasi tidak untuk dipulangkan dulu," kata Ansar Ahmad, Sabtu (18/12/2021).

Kekecewaan Ansar sangat mendasar karena sejauh ini Kepri terbilang sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, gencar melakukan vaksinasi. Bahkan baru saja melaunching vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melandai, Kadis Pariwisata Kepri: Tingkat Okupansi Hotel Meningkat

Baca juga: Pasien Covid-19 Aktif di Batam Berkurang, Kini Tinggal Satu Orang

"Kita sangat serius mengikuti arahan Pemerintah Pusat untuk menekan perkembangan covid-19 di daerah. Karena kita juga punya planning agar progran pemulihan ekonomi Kepri bisa segera dilakukan," tegas Ansar lagi.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana cepat-cepat meluruskan pemberitaan yang menyebut Provinsi Kepri mencatatkan penambahan 70 kasus konfirmasi Covid-19 per Jumat, 17 Desember 2021 dan tertinggi penambahannya se-Indonesia.

“Kita pastikan informasi itu keliru,” Tjetjep.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved