Kamis, 11 Juni 2026

Ini Alasan Jubir Satgas Covid-19 Kepri Pesan Warga Jangan Beli Terompet Selama Natal dan Tahun Baru

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana misalnya, mengingatkan seluruh masyarakat untuk tidak membeli terompet.

Tayang:
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
tribunbatam.id/Endra Kaputra
JURU BICARA-Jubir Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana memberikan keterangan pers kepada awak media, beberapa waktu lalu. 

Editor: Thomm Limahekin

TRIBUNBATAM.id, KEPRI – Pemerintah memang sudah membatalkan pemberlakukan PPMK Level 3 selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Namun demikian, penerapan protokol kesehatan Covid-19 selama masa liburan tersebut tetap harus diperhatikan oleh seluruh masyarakat.

Di Provinsi Kepulauan Riau misalnya, imbauan kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan it uterus digaungkan oleh semua pihak.

Imbauan tersebut antara lain sudah disampaikan oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana misalnya, mengingatkan seluruh masyarakat untuk tidak membeli terompet.

Baca juga: Polres Natuna Bantu Pemerintah Gesa Capaian Vaksinasi Corona Anak 6-11 Tahun

VAKSINASI ANAK-Vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun secara resmi diluncurkan, Jumat (17/12/2021) di Maha Vihara Duta Maitreya Monastery.
VAKSINASI ANAK-Vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun secara resmi diluncurkan, Jumat (17/12/2021) di Maha Vihara Duta Maitreya Monastery. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Imbauan ini secara khusus disampaikan Tjetjep sebab selama Natal dan Tahun Baru, banyak terompet yang dijual oleh para pedagang.

Lagi pula, tidak sedikit masyarakat juga yang membeli terompet sebagai alat hiburan untuk memeriahkan suasana Natal dan Tahun Baru.

“Saya pesan khusus kepada masyarakat untuk tidak membeli terompet. Sebab, selama Natal dan Tahun Baru, biasanya banyak orang beli terompet,” ungkap Tjetjep dalam acara Tribun Batam Podcast, Senin (13/12/2021) lalu.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau itu menjelaskan, terompet merupakan alat yang paling rentan menyalurkan Covid-19 dari satu orang kepada orang lain.

Sebab, alat tersebut sangat dekat dengan mulut manusia yang juga menjadi lokasi keberada virus yang mematikan itu.

Dia merincikan, seorang penjual terompet tentu akan mencoba terompetnya sebelum dijual dengan meniup alat tersebut.

Baca juga: VAKSINASI Anak Usia 6 Hingga 11 Tahun di Lingga, Begini Reaksi Orang Tua Murid

VAKSINASI - Ketua DPRD Natuna, Daeng Amhar saat mendampingi Menkopolhukam, Mahfud MD meninjau vaksinasi di gedung Sri Serindit, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.
VAKSINASI - Ketua DPRD Natuna, Daeng Amhar saat mendampingi Menkopolhukam, Mahfud MD meninjau vaksinasi di gedung Sri Serindit, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. (ist)

Nah, hal yang sama akan dilakukan oleh calon pembeli terompet; mereka akan mencoba setiap alat itu dengan cara meniup untuk memastikan apakah terompet tersebut berbunyi.

“Jadi kalau seorang yang mencoba terompet itu terpapar Covid-19 maka orang-orang yang ikut mencobanya belakangan akan terpapar virus,” terang Tjetjep.

Selain itu, Tjetjep juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk menjauhi kerumunan dengan tidak berkumpul di tempat-tempat umum pada akhir tahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved