HOBI
Pencinta Burung Catat! Ini Bahaya Mengirim Hewan Peliharaan dari Pos
Mengirim burung hidup melalui pos bukan keputusan yang baik, karena memiliki risiko buruk pada burung. Semua jenis burung adalah makhluk yang cerdas
Ditambah, peti pengiriman bukan tempat yang bersih untuk burung berada di dalamnya cukup lama.
Burung secara alami adalah makhluk yang sangat higienis dan dapat tertular sejumlah infeksi jika dipaksa bersentuhan dengan kotoran.
Bukan tak mungkin saat burung tiba di rumah mengalami infeksi staph atau jenis penyakit zoonosis lainnya yang dapat menular.
Tentu Anda tidak hanya bertanggung jawab untuk merawat burung yang sakit, tapi juga melindungi diri Anda, keluarga, dan hewan peliharaan lainnya dalam risiko sakit setelah terkena penyakit burung tersebut.
Stres yang dialami burung akibat pengiriman melalui pos juga dapat berdampak lain pada hal yang tidak diinginkan burung.
Ketika stres atau trauman, banyak burung peliharaan mengembangkan kebiasaan mencabut bulu yang tidak diinginkan.
Ini adalah perilaku destruktif yang tidak hanya menandakan kerusakan neurologis pada burung peliharaan, tetapi juga dapat membuat kondisi burung menjadi botak, berantakan, serta menyedihkan jika terus mencabut semua bulunya.
Baca juga: Video Detik Detik Jari Panji Petualang Mendadak Digigit Ular Peliharaan, Benar-Benar Lapar Ini
Baca juga: 5 Jenis Tanaman Hias yang Berbahaya untuk Hewan Peliharaan, Jauhkan Segera Sebelum Terlambat
Dilansir dari kompas.com, untuk mengatasi kondisi ini, banyak burung yang harus direhabilitasi dari kebiasaan mencabut bulu.
Namun, terkadang kerusakan mental dan emosional begitu parah tidak mampu membuat keadaan burung sepenuhnya pulih sehingga akan tetap mencabut bulu selama sisa hidupnya.
Alasan terakhir untuk tidak mengirim burung melalui pos adalah selama proses pengiriman, burung dapat terpapar pada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi kesehatannya selain penyakit dan stres.
Ini dapat mencakup paparan racun, suhu panas dan dingin yang ekstrem, bahkan kerusakan fisik jika terjadi kecelakaan dalam perjalanan.
Ditambah, burung juga tidak akan mendapat asupan makanan selama pengiriman.
Kesimpulannya, hal terbaik yang dapat dilakukan jika ingin mengadopsi atau memelihara burung adalah mengambil langsung burung itu sendiri sehingga dapat memantau perkembangannya dan memenuhi kebutuhannya selama perjalanan.
Baca juga: Ajak Peliharaan Keluar Rumah Saat Lockdwon, Seorang Wanita di Italia Didenda Rp 6,8 Juta
Baca juga: Cara Merawat Kucing Peliharaan Bagi Pemula, Perhatiakan Kebutuhan Gizi hingga Litter Box
.
.
.
(*/ TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/burung-lovebird-kusumo.jpg)