Warga Kenang Tsunami Aceh 26 Desember 2004, Nelayan Nekat Melaut Bakal Kena Denda
Nelayan di Aceh punya cara untuk mengenang tsunami yang menerjang daerah mereka pada 26 Desember 2004 silam. Ada sanksi bagi nelayan yang nekat melaut
Perjalanan sekitar empat jam la tempuh setiap hari. Sudah lima hari ia bolak-balik Banda Aceh-Sigli.
Nazar mencari emaknya dan adik-adiknya. Nazar tidak menyebutkan emak dan adik adiknya tinggal di mana.
Ketika ditanya ia kadang-kadang bengong.
"Gak tau,” jawabnya pendek ketika di mana mereka tinggal.
Nazar mengaku tidak sendirian. Ia selalu setiap hari datang bersama empat tetangganya yang juga sama-sama cari keluarganya dengan mengendarai dua sepeda motor.
Baca juga: Anggota Brimob Dinyatakan Sudah Meninggal Dalam Tsunami Aceh 2004, Ditemukan Lagi Setelah 16 Tahun
Baca juga: Inilah Sosok yang Berjasa Dibalik Penemuan Abrip Asep Setelah 17 Hilang Akibat Tsunami Aceh
"Saya ingin melihat mereka. Siapa tahu lewat sini,” tuturnya.
Nazar dan teman-temannya memang tidak nongkrong seharian di depan Masjid Raya.
Sesekali pergi ke bekas banjir dan reruntuhan.
Tapi waktu yang paling banyak adalah dihabiskan untuk menunggu di depan Masjid Raya.
Mereka sangat berharap dapat berjumpa sanak keluarganya yang hilang di depan Masjid Raya.
Mereka harap orang yang di cari lewat di jalan depan masjid.
Banyak hal-hal nyeleneh yang dilakukan orang yang menanti sanak saudara di depan masjid tersebut.
Baca juga: Mengenang 16 Tahun Tsunami Aceh, Bencana Alam Dahsyat yang Tewaskan Ratusan Ribu Jiwa
Baca juga: 5.5 Mag Earthquake Shakes Alor Region East Nusa Tenggara (NTT), No Tsunami Potential
Seperti yang dilaku Sapi'i (50). Anaknya tinggal di Sabang sekarang belum diketahui nasibnya.
Ia tidak pergi ke Sabang untuk mencarinya, tapi justru ia datang depan masjid untuk menunggu anaknya.
"Ongkos kesana sampai Rp 75 ribu, saya tidak ada uang. Kalau ke sini hanya lima ribu. Saya datang sini saja, siapa tahu dia lewat di sini," ujarnya ketika kenapa tidak mencari anaknya ke Sabang.
Ketika itu, Sapi’i sudah dua hari menunggu anaknya di depan Masjid Raya.(TribunBatam.id) (SerambiNews.com/Yusmandin Idris/Agus Ramadhan)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Tsunami Aceh
Sumber: SerambiNews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tsunami-aceh_20171204_191206.jpg)