Makanan & Minuman Ini Bikin Pilek semakin Parah
Pilek adalah penyakit infeksi pada hidung dan tenggorokan (saluran pernapasan atas), ditandai dengan hidung tersumbat, bersin, demam dan sakit kepala
TRIBUNBATAM.id - Semua orang mungkin sudah pernah atau sedang mengalami pilek.
Pilek tentu menyebalkan karena sedikit banyak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pilek ditandai dengan hidung tersumbat, bersin, demam dan sakit kepala ringan.
Beberapa gejala mungkin ditandai dengan batuk serta sakit pada tenggorokan.
Pilek adalah penyakit infeksi pada hidung dan tenggorokan (saluran pernapasan atas).
Orang yang terserang gejala pilek umumnya menganggap penyakit ini biasa dan akan berlalu begitu saja.
Dengan istirahan cukup dan mengonsumsi obat warung, pilek biasanya akan sirna beberapa hari kemudian.
Tetapi tahukah Anda, ada beberapa makanan dan minuman yang justru bisa memperparah pilek Anda.
Baca juga: 5 Gejala Anak Mengalami Kekurangan Nutrisi dan Gizi, Waspadai Sering Pilek dan Kulit Kering
Baca juga: Sekilas Mirip Ini Beda Pilek dengan Gejala Covid-19
Berikut daftar makanan dan minuman yang dapat membuat sakit batuk dan pilekmu semakin parah:
Gula
Apakah kamu orang yang suka teh manis, permen, coklat, dan makanan serta minuman manis lainnya yang mengandung gula?
Ada beberapa makanan yang pantang dikonsumsi ibu hamil, seperti beberapa seafood yang mengandung merkuri tinggi.
Mengutip Firstpost, lebih baik kebiasaan itu dihindari dulu saat kamu batuk dan pilek, karena gula bisa memperburuk kondisi itu.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Immonulogy pada 2017, peningkatan asupan gula dapat menekan sistem kekebalan tubuh, terutama saat melawan infeksi virus.
Hal tersebut berlaku untuk flu biasa, jadi sebisa mungkin hindari dahulu makanan dan minuman manis buatan.
Mengutip Eat This, Jeanette Kimszal, RDN, NCL, menganggap makanan manis sebagai kategori makanan nomor satu yang dia sarankan untuk dihindari saat sakit.
Baca juga: Keponakan Raffi Ahmad, Zayn dan Zunaira Positif Covid-19, Anak Kembar Syahnaz Alami Demam dan Pilek
Baca juga: Sempat Demam dan Pilek, Seorang Pelaut Terpapar Covid-19, Jumlah Kasus di Batam Mencapai 5.786
Alkohol
Mengutip Firstpost, sebuah penelitian dalam jurnal "Alcohol" pada 2007 minum alkohol dikaitkan dengan peningkatan peradangan paru-paru dan bronkial.
Alkohol juga menekan sel darah putih dalam darahmu yang dibutuhkan untuk melawan flu.
Apalagi alkohol bisa membuatmu dehidrasi, padahal tubuh sangat perlu untuk tetap terhidrasi selama batuk dan pilek menyerang.
Justru sebisa mungkin tubuh kita mendapatkan peningkatan asupan cairan saat batuk dan pilek.
Dr Irvin Sulapas dari Departemen Kedokteran Keluarga & Komunitas di Baylor College of Medicine di Houston mengatakan air mencegah lendir menjadi terlalu kering, sehingga bisa mengeluarkannya dari tubuh, seperti yang dikutip The Healthy.
Minuman berkafein
Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa penting untuk meningkatkan asupan cairan selama kita batuk dan pilek.
Namun minuman berkafein, seperti kopi, teh, bertindak sebagai diuretik, yaitu meningkatkan pengeluaran air dan garam dari tubuh, sebagaimana yang dikutip dari Firstpost.
Jadi, jika meminum 3-4 cangkir cappucino atau latte secara teratur bukanlah ide yang baik ketika batuk dan pilek.
Baca juga: Hampir 70 Persen Pasien Positif Covid-19 Tanpa Gejala: Tak Pilek, Batuk dan Demam, Hanya Merasa Haus
Baca juga: Bingung Merawat Bayi yang Sedang Pilek dan Batuk? Berikut Ini Cara Ampuh Menanganinya
Produk susu
Penelitian telah menemukan bahwa susu menghasilkan dahak lebih kental dan sulit untuk dihilangkan.
Mengutip Eat This, Maria Zamarripa, MS, RD, CLT mengatakan dahak adalah lendir yang melapisi jaringan kita dan bertindak sebagai pelindung tubuh.
Dilansir dari kompas.com, selama sakit, produksi lendir tubuh kita menjadi berlebihan.
Produk susu yang perlu dihindari atau dibatasi konsumsinya itu termasuk keju, es krim dan yogurt.
Makanan pedas
Capsaicin dalam cabai mungkin memiliki efek desensitisasi dan membantu mengelola peradangan.
Baca juga: Cerita Pasien Sembuh dari Virus Corona: Penyakit Ini Lebih Seperti Pilek Berat
Baca juga: 40 Petugas Medis Alami Gejala Pilek, Batuk, Demam Setelah Interaksi dengan 2 WNI Positif Corona
Namun sebuah penelitian yang diterbitkan dalam "Critical Review in Food Science and Nutrition" pada 2016, capsaicin juga merangsang produksi lebih banyak dahak.
Makan kari pedas mungkin meredakan gejala batuk dan pilek selama beberapa menit, tetapi itu akan memperburuk keadaan dalam jangka panjang dan menunda pemulihanmu.
Stroberi
Stroberi adalah salah satu buah pelepas histamin yang dapat berkontribusi pada hidung tersumbat.
Lendir bertenaga histamin dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di hidung dan area sinus.
Jadi hindari konsumsi stroberi saat batuk dan pilek.
Baca juga: Termasuk Temulawak, Inilah 7 Obat Tradisional yang Mampu Atasi Batuk Pilek Pada Anak
Baca juga: Penyebab dan Gejala Sinusitis, Apa Bedanya dengan Pilek? Perokok dan Perenang Rentan Alami
.
.
.
(*/ TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/serangan-flu-dan-pilek_20161025_075809.jpg)