Rabu, 6 Mei 2026

BERITA CHINA

China Terapkan Cara Ekstrem Hukum Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

China punya cara 'sadis' untuk menghukum pelanggar protokol kesehatan selama pandemi covid-19. Apa yang mereka lakukan?

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa/Tangkapan Layar Twitter@FuryOriental
Tangkapan gambar pada sebuah video yang menunjukkan warga Provinsi Guangxi, China pelanggar protokol kesehatan (prokes) diarak dengan dikawal polisi huru hara bersenjata lengkap pada Selasa (28/12/2021) waktu setempat. 

Jingxi berada di dekat perbatasan China dengan Vietnam.

Daily Mail melaporkan polisi anti huru hara bersenjata di China selatan dilaporkan mengarak empat orang yang diduga melanggar aturan covid-19 melalui jalan-jalan.

Empat tersangka bermasker dalam setelan hazmat - membawa plakat yang menampilkan foto dan nama mereka - diarak.

Mereka dikelilingi oleh lingkaran polisi dengan perlengkapan anti huru hara, beberapa memegang senjata.

Mempermalukan publik adalah bagian dari tindakan disipliner yang diumumkan oleh pemerintah daerah pada Agustus, untuk menghukum mereka yang melanggar aturan kesehatan.

China melarang tindakan mempermalukan tersangka kriminal di depan umum pada 2010, setelah puluhan tahun kampanye oleh aktivis hak asasi manusia (HAM).

Tetapi praktik tersebut muncul kembali ketika pemerintah daerah berjuang untuk menegakkan kebijakan nasional strategi nol-Covid.

Empat orang yang diarak di jalan-jalan kota Jingxi juga dituduh mengangkut migran ilegal.

Sementara sebagian besar perbatasan China tetap ditutup karena pandemi, menurut Guangxi News.

Baca juga: Rusia Bantu China Kalahkan Amerika Serikat, Vladimir Putin: China Mitra Nomor 1 Rusia

Baca juga: China - Amerika Serikat Makin Bersitegang, Tiongkok Sebut AS Penyebab Krisis Nuklir Iran

Surat kabar Guangxi News juga melaporkan bahwa pawai tersebut memberikan 'peringatan nyata' kepada publik, dan 'mencegah kejahatan terkait perbatasan'.

Tetapi itu juga menyebabkan reaksi keras, dengan outlet resmi dan pengguna media sosial mengkritik pendekatan yang dinilai kejam tersebut.

Meskipun Jingxi 'di bawah tekanan luar biasa' untuk mencegah kasus virus corona yang diimpor.

“Tindakan itu sangat melanggar semangat supremasi hukum dan tidak dapat dibiarkan terjadi lagi,” kata Beijing News yang berafiliasi dengan Partai Komunis China, pada Rabu (29/12/2021).

Tersangka lain yang dituduh melakukan penyelundupan gelap dan perdagangan manusia juga telah diarak dalam beberapa bulan terakhir, menurut laporan di situs web pemerintah Jingxi.

Video parade serupa pada November menunjukkan kerumunan orang menonton dua tahanan ditahan, sementara seorang pejabat setempat membacakan kejahatan mereka di mikrofon.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved