BERITA CHINA
China Terapkan Cara Ekstrem Hukum Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19
China punya cara 'sadis' untuk menghukum pelanggar protokol kesehatan selama pandemi covid-19. Apa yang mereka lakukan?
TRIBUNBATAM.id - China menerapkan cara yang terbilang ekstrem untuk menghukum warga yang terbukti melanggar protokol kesehatan (protkes).
Negara yang dipimpin Xi Jinping ini sedang sibuk melawan kasus infeksi covid-19 yang terus saja bertambah.
Bahkan virus corona varian Omicron dilaporkan telah masuk ke 'Negeri Tirai Bambu' ini.
Otoritas kesehatan mereka melaporkan jika kasus pertama tersebut berada di kota utara Tianjin pada pertengahan Desember 2021.
Kota Xi'an yang berpenduduk sekitar 13 juta orang bahkan menerapkan lockdown sejak Kamis (23/12/2021), ketika pengujian massal mengungkapkan sebuah kasus telah lolos dari karantina dan kemudian menyebarkan virus secara luas.
Sejauh bulan ini, Xi'an telah melaporkan 810 kasus Covid-19, wabah terbesar di China sejak virus pertama kali muncul di Wuhan seperti dikutip Kompas.com.
Baca juga: China Makin Berani Klaim Laut Natuna Utara, Indonesia Gandeng Amerika Serikat
Baca juga: STOP ke Luar Negeri! Varian Omicron Indonesia Tambah 21 Kasus, Terbanyak dari Arab dan Turki
Penguncian 13 juta orang juga merupakan yang terbesar di China sejak Wuhan dikunci pada awal 2020, yang memengaruhi 11 juta orang.
Wabah Xi'an didorong oleh varian Delta dan diyakini terkait dengan perjalanan ke Pakistan seminggu yang lalu.
Pada Minggu (26/12/2021), pekerja kota dikirim untuk mendisinfeksi ruang publik dengan penduduk diperingatkan untuk tidak menyentuh apa pun sampai bahan kimia itu punya waktu untuk bekerja.
Aturan penguncian kemudian diperketat pada Senin (27/12/2021) malam saat pengujian massal putaran kelima berlangsung.
Xi'an melaporkan 175 kasus baru pada Selasa (28/12/2021), angka yang remeh dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di seluruh dunia.
Tetapi merupakan pukulan besar bagi China yang terus mengejar strategi 'nol Covid', bahkan dalam menghadapi varian yang lebih menular.
Terkait sanksi bagi pelanggar aturan kesehatan, China bahkan mengerahkan polisi anti huru hara dilengkapi bersenjata lengkap.
Foto dan nama orang yang melanggar aturan kesehatan selama pandemi covid-19 dipajang serta dibawa di depan kerumunan orang.
Baca juga: China Catat Rekor Kasus Covid-19 Sejak Maret 2020, Lockdown Kota Tak Mempan Tekan Corona?
Baca juga: China Pamer Infrastrukturnya, Resmikan Jalan Tol Lintas Gurun Pertama
Ini setidaknya terlihat di Kota Jingxi wilayah Guangxi pada Selasa (28/12/2021) waktu setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/hukuman-ekstrem-di-china-bagi-pelanggar-protkes-saat-pandemi-covid-19.jpg)