BANJIR DI BATAM
Banjir Sebabkan Jalan Letjend Suprapto Batam Macet Panjang, Banyak Motor Mogok!
Banjir Batam saat malam pergantian tahun menyebabkan sejumlah ruas jalan macet panjang. Jalan Letjend Suprapto salah satunya.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Banjir di Batam saat malam pergantian tahun dirasakan betul oleh pengguna jalan Letjend Suprapto.
Kemacetan panjang terjadi dari sekitar SP Plaza hingga bundaran Basecamp.
Mayoritas pengguna sepeda motor berada di tepi jalan untuk mengecek kendaraannya setelah menerabas genangan air.
Tak sedikit pula yang terpaksa mendorong sepeda motornya yang mogok akibat banjir ini.
Hujan lebat di Batam diketahui menjadi salah satu penyebabnya.
Ditambah kondisi saluran pembuangan yang tak memadai untuk menampung air.
Kemacetan sebelumnya juga terjadi di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan Southlink Country Club.
Baca juga: Batam Banjir Malam Pergantian Tahun Jadi Kelabu, Kendaraan hingga Rumah Warga Terendam Air
Baca juga: Batam Banjir Jelang Pergantian Tahun, Berikut Lokasinya
Sejumlah kendaraan bahkan nekat memutar arah.
Polisi menutup jalur u-turn dengan harapan kemacetan dapat terurai.
Sementara akses jalan di Tiban III Kecamatan Sekupang juga banjir.
Ini diketahui merupakan banjir kesekian kalinya.
Jalan Diponegoro yang menghubungkan Kecamatan Sekupang - Batuaji hingga Sagulung juga terendam banjir.
Padahal baik jalan Dipenogoro akses Mata Kucing dan jalan Gajah Mada baru saja dilebarkan.
Termasuk menambah saluran air agar air tak menggenang di jalan hingga membuat jalan rusak.
Banjir juga diketahui menggenangi sejumlah akses jalan dan permukiman penduduk di Kecamatan Batuaji.
Air diketahui menggenangi permukiman penduduk di Kampung Bunguran Pemda 2.
Perumahan Permata Puri, Bumi Sarana Indah, Tripuri dan Putra Moro Indah.
Belum diketahui apakah ada korban jiwa dari banjir yang terjadi di penghujung tahun 2021 ini.
Jalan depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah pun juga tergenang air.
Baca juga: Palembang Banjir, Medsos Walikota Kena Serang Netizen, Ratu Dewa Beri Penjelasan
Baca juga: Enam Negara Bagian di Malaysia Diterjang Banjir Bandang, 14 Ribu Orang Mengungsi
Padahal jalan di kedua sisi termasuk di depan kawasan bisnis Aviari terdapat pengerjaan proyek pelebaran drainase.
Nyatanya, air masih saja meluber hingga ke jalan.
Walikota Batam Muhammad Rudi sebelumnya telah memprediksi adanya banjir saat akhir tahun 2021.
Batam yang wilayahnya dikelilingi laut tentunya beberapa kemungkinan bencana alam yang dapat terjadi seperti angin beliung, banjir dan lain sebagainya.
Ini disampaikan suami Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina saat menjadi inspektur upacara apel kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di lapangan Polresta Barelang, Selasa (16/11/2021).
Upacara tersebut juga hadiri seluruh Forkompinda yang ada di Kota Batam.
"Karena ini musim angin utara tentu harus berhati-hati kemungkinan adanya angin ribut," kata Rudi.
Karena itu pihaknya juga meminta kepada semua petugas diterjunkan di lapangan, baik itu dari Pemko Batam, TNI dan Polri dapat bersama-sama mengedukasi masyarakat.
"Kalau jumpa nelayan tolong diingatkan, ataupun yang membawa kapal-kapal besar juga demikian periksa keamanan kapalnya," kata Rudi.
Sementara, untuk mencegah kemungkinan terjadinya banjir pihaknya juga mengajak masyarakat untuk secara rutin membersihkan drainase yang berada di lingkungan tempat tinggalnya.
"Kalau drainase yang besar-besar itu menjadi tanggung jawab kami. Supaya kalau hujan lebat turun air dapat lancar mengalir," ujarnya.
Baca juga: INFO Cuaca Batam, Waspada Potensi Hujan Lokal hingga Akhir Tahun 2021
Baca juga: Mengenal Banjir Rob serta Dampaknya Buat Warga Kepri
JALAN Diponegoro Jadi Satu Arah?
Banjir juga menggenangi jalan Diponegoro akses Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang.
Arus lalu lintas di sana mengalami banjir. Air setinggi paha kaki menggenangi jalan.
Tak hanya banjir, lumpur tanah dan batu bauksit dari tebing tepi jalan longsor hingga bertebaran di jalan itu.
Pantauan TribunBatam.id, Jumat (31/12/2021) arus lalu lintas dari arah simpang Sungai Harapan menuju Batuaji jalur kiri terpaksa ditutup total.
Tak ada kendaraan yang mampuh melintas dengan kondisi jalan itu.
Baca juga: Warga Batam Ini Cemas Jika Hujan Seharian: Banjir Bisa Sepinggang Orang Dewasa
Baca juga: ANGIN Ribut hingga Banjir, Walikota Batam Ingatkan Warga Waspada Potensi Bencana Akhir Tahun
“Tenggelam bang, lumpuh total. Gak bisa dilewati sama sekali. Tadi ada mobil mencoba lewat akhirnya mogok masuk air,” ujar seorang pengendara bermotor kepada TribunBatam.id.
Jalan Sei Temiang tertutup genangan air lantaran kondisinya lebih rendah dibanding lajur kanan.
Ditambah lagi air dari waduk Sungai Harapan meluap ke lokasi itu.
Agar dapat melintas arus lalu lintas pun terpaksa dibuka satu lajur.
Guyuran hujan pun mewarnai suasana lalu lintas malam itu.
Ditambah lagi kondisi jalan yang tampak gelap dikelilingi pohon, lantaran kawasan itu merupakan hutan lindung.(TribunBatam.id/Bereslumbantobing/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Banjir di Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/banjir-batam-di-jalan-letjen-r-suprapto.jpg)