Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

TANJUNGPINANG Disebut Darurat Kejahatan Asusila Terhadap Anak

Selama 6 bulan belakangan kejahatan seksual terhadap anak kerap terjadi di Tanjungpinang sehingga Kota ini disebut mengalami darurat kejahatan seksual

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Pemerhati Anak di Tanjungpinang, Muhammad Faisal menyebut, Tanjungpinang masuk darurat kejahatan seksual terhadap anak. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Pemerhati Anak di Tanjungpinang, Muhammad Faisal menilai Pemerintah Daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) harus lebih serius dalam menangani kejahatan seksual khususnya terhadap anak.

Menurutnya, selama enam bulan belakangan ini kejahatan seksual terhadap anak kerap terjadi di Kepri, terkhusus wilayah Tanjungpinang.

"Dari dulu saya menyampaikan bahwa Tanjungpinang ini darurat kasus kekerasan terhadap anak," ujar Faisal, Minggu (2/1/2022).

Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kepri ini menyampaikan, kejahatan seksual terhadap anak belakangan ini kembali diungkap.

Seperti terjadi di dalam rumah, sekolah dan bahkan di ruang publik, telah menunjukkan bahwa anak belum masih terlindungi.

"Padahal Unit Pelayanan Terpadu (UPT) sudah dibentuk. Tapi, sampai sejauh dirasa kurang maksimal melakukan pendampingan terhadap korban-korban yang saat ini mungkin mengalami traumatik dan tekanan psikis. Lalu bagaimana penanganan Pemerintah terhadap korban-korban yang hingga saat ini masih belum berani untuk melaporkan," ungkapnya.

Faisal mengaku, tidak pernah mendengar adanya statement-statement dari Kepala Dinas terkait maupun Kepala UPT perlindungan anak yang menginformasikan soal kinerja.

Baca juga: TERUNGKAP! Begini Modus Mantan Kabag Keuangan PT TMB saat Selewengkan Rp 517 Juta

Baca juga: 17 Pemotor Tewas Akibat Lakalantas, Ini 2 Titik Jalan Rawan Kecelakaan di Tanjungpinang

Terhadap para korban, menurut Faisal harus dilakukan pendampingan, assessment, advokasi sehingga tidak terjadi fenomena gunung es, yakni kasusnya banyak di bawah tetapi mereka belum berani untuk mengungkapkan.

"Saya tidak melihat aksi maksimal dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, untuk mendorong Pengadilan supaya bisa memberikan sanksi maksimal terhadap pelaku, sehingga ini menjadikan efek jera," terang pria yang berprofesi sebagai advokat ini.

Dirinya juga menghimbau kepada orang tua untuk selalu mengawasi anak, agar tidak menjadi korban kejahatan seksual.

"Kita selalu menghimbau agar selalu berikan edukasi pada anak mulai usia dini, terutama pengenalan terhadap tubuhnya sendiri, bagian tubuh mana yang sebenarnya menjadi area private yang tidak boleh disentuh ataupun dijangkau orang lain," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved