Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

TERUNGKAP! Begini Modus Mantan Kabag Keuangan PT TMB saat Selewengkan Rp 517 Juta

Penyidik Kejari Tanjungpinang membeberkan modus yang dilakukan DWN, tersangka kasus PT TMB dalam menyelewengkan Rp 517 juta.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Tri Indaryani
ISTIMEWA
Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menggelar ekspose saat menetapkan satu orang tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Senin (27/12/2021) lalu. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kejaksaan negeri (Kejari) Tanjungpinang telah menetapkan satu orang tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Senin (27/12/2021) lalu.

Tersangka tersebut berinisial DWN yang merupakan mantan Kabag Keuangan di perusahan milik daerah tersebut.

Penyidik Kejari Tanjungpinang membeberkan modus yang dilakukan DWN dalam menyelewengkan Rp 517 juta.

Anggota Tim Penyidik, Andriansyah menerangkan, modus yang dilakukan tersangka korupsi ini dengan semena-mena meminjamkan uang kepada karyawan BUMD, tanpa mengikuti prosedur yang berlaku pada 2017 hingga 2019.

"Jadi karena tersangka ini adalah Kabag Keuangan di BUMD, dia semena-mena meminjamkan uang kepada karyawannya tanpa ikuti prosedur. Padahal BUMD sudah menetapkan prosedur yang berlaku," ujar Andiransyah, Minggu (2/1/2022).

Dirinya menyebutkan, bahwa banyak karyawan BUMD yang meminjam uang saat DWN menjabat sebagai Kabag Keuangan.

Namun, ada sejumlah karyawan yang tidak mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan.

Baca juga: 17 Pemotor Tewas Akibat Lakalantas, Ini 2 Titik Jalan Rawan Kecelakaan di Tanjungpinang

Baca juga: BREAKINGNEWS, Pengirim TKI yang Tewaskan 21 Orang Ditangkap Polda Kepri di Tanjunguban

"Jadi kemungkinan akan ada tersangka lain. Rata-rata uang yang dipinjamkan ini untuk kepetingan pribadi," ungkapnya.

Terhadap tersangka, sampai saat ini belum dilakukan penahanan.

"Belum ditahan, penahanan ada limit waktu. Jadi secepatnya kita akan melengkapi berkas-berkasnya," sebutnya.

Sebelumnya dirinya mengaku, bahwa tim penyidik sudah mendapatkan alat bukti yang cukup, untuk menetapkan DWN sebagai tersangka korupsi, barang bukti tersebut berupa dokumen hingga keterangan saksi.

"Sudah mendapatkan bukti dari 20 saksi yang diperiksa, dan sejumlah surat petunjuk, seperti dokumen yang ada kaitan dengan kasus tersebut," ungkapnya.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan (BPK), kerugian yang dialami dalam perkara korupsi tersebut senilai Rp 517.741.716. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved