Breaking News:

BENARKAH Harga LPG Naik Sejak 25 Desember 2021? Ini Jawaban Kadisperindag Kepri

Warga Kepri mulai resah terkait kabar kenaikan harga LPG yang berlaku mulai 25 Desember 2021 lalu. Ini jawaban Kadisperindag Kepri, Aris Fhariandi.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Tri Indaryani
ISTIMEWA
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menugaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag), Aris Fhariandi untuk menyikapi keluhan masyarakat terkait kenaikan harga LPG. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad bertindak cepat dengan menugaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag), Aris Fhariandi untuk menyikapi keluhan masyarakat atas terjadinya kenaikan harga LPG yang dirasakan akhir-akhir ini.

Menurut Aris, kenaikan harga LPG ini merupakan imbas dari meningkatnya harga Contract Price Aramco (CPA) yang menjadi acuan harga LPG. 

Sehingga, lanjutnya, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Sub Holding selaku badan niaga LPG resmi merasa perlu melakukan penyesuaian harga khusus untuk LPG non subsidi. 

Kenaikan harga CPA LPG mengalami peningkatan tertinggi di November yang mencapai 847 USD per metrik ton, harga tersebut meningkat 57 persen sejak Januari tahun 2021. 

Harga CPA LPG November tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 2014, harga CPA LPG tersebut juga tercatat 74 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 saat Pertamina terakhir kali melakukan penyesuaian harga. 

"Penyesuaian harga tersebut dilakukan Pertamina dengan tetap memperhitungkan kondisi ekonomi masyarakat. Harga baru LPG non subsidi tersebut ditetapkan Pertamina berlaku sejak 25 Desember tahun 2021," terang Aris.

Baca juga: 7.270 Siswa di Tanjungpinang Mendapat Bantuan Seragam Gratis

Baca juga: SEGERA Vaksin! Berikut 13 Lokasi Vaksinasi di Kota Tanjungpinang Hari Ini (5/1/2022)

Atas kenaikan harga gas LPG non subsidi ini Aris menghimbau agar masyarakat untuk tidak terlaku khawatir, karena kenaikan harga LPG tersebut hanya berlaku untuk LPG non subsidi, khusus untuk gas LPG 3 kg yang disubsidi, harganya akan tetap mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp18.000 per tabung. 

"Kita sudah survey ke lapangan, dan harga LPG yang naik hanya yang non subsidi. Sementara, harga gas LPG subsidi tidak mengalami perubahan," terang Aries. 

Sementara itu, untuk wilayah Kepri, melansir data dari Disperindag Kepri, kenaikan harga gas LPG non subsidi berdasarkan surat edaran Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Kepri untuk harga bright gas 5,5 kg adalah sebesar Rp11.500 dan Bright Gas LPG 12 kg naik Rp28.000 untuk wilayah kerja Tanjung Uban.

Sementara untuk wilayah kerja Batam, harga jual Bright Gas LPG 5,5 kg juga naik Rp11.500, dan harga jual Bright Gas LPG 12 kg naik Rp21.400.

Harga tersebut sudah termasuk PPN. 

Diketahui juga kenaikan LPG non subsidi ini hanya akan dirasakan oleh segelintir masyarakat, sebab proporsi konsumsi nasional untuk gas LPG non subsidi hanya sebesar 7,5 persen, sedangkan gas LPG subsidi 3 kg proporsi konsumsi nasionalnya mencapai 92,5 persen. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra) 

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved