Sabtu, 2 Mei 2026

DISKOMINFO LINGGA

Nizar Ingin Talam Sehidang Jadi Ikon Desa Tanjung Harapan Lingga

Bupati Lingga M Nizar kagum dengan kekompakan masyarakat Desa Tanjung Harapan dalam menyukseskan acara Talam Sehidang. Diharapkan itu jadi ikon

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Febriyuanda
Bupati Lingga, Muhammad Nizar bersama istri Maratusholiha dan rombongan, saat dijamu makan berhidang di salah satu stan makan Kegiatan "Talam Sehidang", Rabu (5/1/2022) malam 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Jalannya acara 'Talam Sehidang' yang digelar Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga mendapatkan antusias besar dari masyarakat. 

Pasalnya, kegiatan langka yang menunjukkan ciri khas tradisi masyarakat Melayu sesungguhnya ini, jarang sekali ditemukan.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar juga memberikan apresiasi dan menyatakan kekagumannya terhadap kekompakan masyarakat Desa Tanjung Harapan.

Sehingga, acara Talam Sehidang ini bisa dikemas dengan sangat baik lewat gotong royong bersama.

Nizar bersama istrinya, Maratusholiha saat itu sempat mengunjungi beberapa stan dari tiap desa atau kelurahan yang memiliki keunikan tersendiri.

Mereka dijamu masyarakat dengan makan Talam Sehidang.

"Diharapkan ini (Talam Sehidang) ke depan jadi ikon Desa Tanjung Harapan. Apakah itu event tahunan atau event-event tertentu.

Ini harus jadi ikon khusus Desa Tanjung Harapan, bukan desa yang lain," kata Nizar saat diwawancarai TribunBatam.id, Rabu (5/1/2022) malam.

Baca juga: Talam Sehidang di Lingga, Hidupkan Budaya Masyarakat Melayu Tempo Dulu Dari Makan Bersama

Baca juga: Jemput Bola Rekam e-KTP, Disdukcapil Lingga Datangi Sekolah Sasar Siswa SMA

Menurutnya, kegiatan yang ditata tradisional ini, membangkitkan kembali nuansa Melayu tempo dulu.

Dari cara berpakaian, penataan stan, makan berhidang, sampai pada cara menghidang tetamu undangan saat hajatan.

Semuanya seolah mengembalikan suasana kearifan Melayu di masa lalu.

"Apa yang sudah dipertontonkan oleh pemerintah Desa Tanjung Harapan, ini luar biasa. Mengingatkan kembali bagaimana Melayu masa dulu. Kreativitas yang sangat pantas diapresiasi," ungkap Nizar.

"Tentunya, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Apalagi Kabupaten Lingga sudah tersohor sebagai Bunda Tanah Melayu," sambungnya.

Rencana dari pihak desa menjadikan kegiatan tersebut, sebagai rutinitas tahunan disambut baik pemerintah daerah.

Nizar meminta untuk perhelatan selanjutnya dapat dikoordinasikan, baik itu dengan Lembaga Adat Melayu maupun Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga.

Pemerintah daerah membuka diri untuk ikut menyukseskan kegiatan selanjutnya.

"Jadikan ini ikon Tanjung Harapan. Kabupaten Lingga tidak akan mengambil kegiatan ini. Apa pemerintah daerah bisa bantu, dapat disampaikan," pintanya.

Nizar menilai lewat kegiatan Talam Sehidang, pemerintah Desa Tanjung Harapan juga berhasil menciptakan majelis baru yang bernuansa klasik, dan sangat kental dengan Melayu tempo dulu.

Nizar meminta kepada Dinas Kebudayaan untuk memberikan piagam penghargaan dari Bupati Lingga, kepada pemerintah desa sebagai bentuk apresiasi.

"Mudah-mudahan sesuai dengan harapan menjadi kegiatan tahunan Desa Tanjung Harapan. Dan output dari kegiatan ini bisa dirasakan dan bermanfaat untuk masyarakat," harapnya.

Sementara Kepala Desa Tanjung Harapan, Irwan mengatakan, tak menduga majelis yang mereka helat bisa semenarik ini dan memberikan nilai positif kepada masyarakatnya.

Gagasan menciptakan kegiatan ini adalah upaya menjaga dan melestarikan budaya Melayu.

"Seperti gayung bersambut, rencana yang telah dikoordinasikan dengan Dinas Kebudayaan disambut baik elemen masyarakat. Dari BUMDes dan Sanggar Seni Tanjung Harapan mengajak bagaimana majelis yang digelar dapat mengenang masa dulu," jelasnya.

Menurut Irwan, majelis yang dibuat punya nilai kekeluargaan karena budaya Melayu mengajarkan semangat gotong royong yang tinggi.

"Dengan dukungan semua pihak, insyaallah ini bisa dijadikan event tahunan. Mudah-mudahan," harapnya.

Talam Sehidang di Lingga

Masyarakat Desa Tanjung Harapan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau membuat acara unik yang diberi nama 'Talam Sehidang'.

Kegiatan ini digelar sejak 4 hingga 5 Januari 2022.

Talam Sehidang menggambarkan sebuah kebiasaan masyarakat Melayu pada tempo dulu, sebelum adanya teknologi modern.

Baik itu dari busana, makanan dan minuman khas, kebiasaan menerima tamu, adat perkawinan, cara memasak dengan tungku api dan sendok kayu, serta lampu pelita. Semuanya memperlihatkan sebuah kebiasaan masyarakat Melayu pada zaman dulu.

Selain itu, di kegiatan ini didirikan sebuah stan yang diikuti perwakilan dari Desa atau Kelurahan se-Kecamatan Singkep.

Berbeda dengan stan pada umumnya, uniknya stan-stan ini memperlihatkan sebuah gambaran rumah sederhana masyarakat Melayu tradisional, dengan bahan baku seadanya.

Seperti hiasan dari daun kelapa, atap berbahan daun, tudung saji yang digantung dan berbagai corak tradisional lainnya.

Kegiatan ini pun mendapat antusias dari masyarakat yang tampak ramai mendatangi kegiatan selama dua hari ini.

Dalam acara ini, setiap tamu ataupun masyarakat diharuskan menggunakan pakaian baju kurung Melayu.

Hal ini pula yang membuat suasana makin semarak layaknya suasana di kampung Melayu zaman dahulu.

Tidak hanya itu, setiap tamu yang diundang akan disuguhkan makan bersama.

Jika masyarakat saat ini sering mencicipi makan bersama dengan prasmanan.

Lain halnya di acara ini. Makan bersama disajikan dalam Talam Sehidang, yang menjadi tradisi asli masyarakat Melayu.

Kepala Desa Tanjung Harapan, Irwansyah mengatakan bahwa konsep yang mereka pakai merupakan inisiatif dari berbagai pihak, seperti Bumdes, sanggar seni di Kecamatan Singkep dan pihak lainnya.

"Sehingga ini merupakan kegiatan perdana, bahkan ini mungkin perdana di Kabupaten Lingga.

Jadi kami buat nuansa seperti di Kampung Melayu," kata Irwan saat diwawancarai TribunBatam.id.

Dia mengungkapkan, bahwa kegiatan ini menggunakan alat-alat tradisional tanpa ada teknologi modern.

Dia melanjutkan, tujuannya untuk melestarikan budaya Melayu, memperluas, dan memperkenalkan kepada generasi-generasi yang muda.

"Jadi mereka tahu, bahwa seperti apa masyarakat Melayu yang sebenarnya," ucapnya.

Sebelum kegiatan dimulai pun, dia mengundang warga untuk membantu atau dengan sebutan 'Berganjal' dalam istilah Melayu.

"Acara berganjal itu dulu sebelumnya orang-orang tua kita sebelum acara dia mengundang kaum kerabat dan tetangganya, masak sama-sama, makan sama-sama yang dilestarikan dengan makan berhidang, yang itu sekarang kami lakukan," jelas Kades Tanjung Harapan ini.

Dia berharap, kegiatan unik ini terus bisa dilestarikan.

"Mungkin bisa jadi event tahunan atau lainnya, agar Budaya Melayu tak hilang di bumi," ujarnya.

Dia juga meminta dukungan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga, agar kegiatan ini tetap terjaga. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved