Senin, 4 Mei 2026

BERITA CHINA

Mata-Mata China Susupi Parlemen Inggris? Badan Intelijen Ungkap Caranya Masuk

Badan Intelijen Inggris menyebut seorang perempuan asal China sebagai mata-mata Tiongkok. Ia bahkan telah berhasil masuk ke parlemen Inggris.

Tayang:
Kompas.com
Bada Intelijen Inggris mengumumkan jika mata-mata China telah merangsek masuk parlemen. Foto ilustrasi bendera China. 

TRIBUNBATAM.id - Badan Intelijen Inggris mengeluarkan pengumuman mengejutkan.

Nama seorang perempuan bahkan disebut memiliki hubungan dengan Partai Kominus China.

Badan Intelijen Inggris itu pun memperingatkan parlemen untuk waspada.

Sejumlah anggota parlemen diketahui menerima bantuan dana setiap tahunnya.

Sebab perempuan bernama Christine Ching Kui Lee disebut sebagai mata-mata Tiongkok, serta telah menyusup dalam Parlemen Inggris.

Mereka mengatakan Lee telah menjalani hubungan dengan anggota parlemen saat ini dan sejumlah calon demi kepentingan CCP.

Baca juga: Singapura, Amerika Serikat, China Masuk Negara Penduduknya Paling Lelah di Dunia

Baca juga: China Tangguhkan Penerbangan Asal Amerika Serikat, Tiongkok Ambil Langkah Imbas Covid-19

Ia dilaporkan melakukan penyusupan itu dengan memberikan sumbangan kepada politisi, dengan dana yang datang dari warga asing di China dan Hong Kong.

Ini bukan pertama kalinya Badan Intelijen Inggris mewapadai gerak-gerik China.

Jauh sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Inggris, Richard Moore mewaspadai skema jebakan utang yang dilancarkan China ke sejumlah negara dengan dalih bantuan ekonomi atau investasi.

Dalam wawancara perdananya yang disiarkan langsung pada BBC Radio 4, Moore, yang dikenal sebagai 'C', mengatakan jebakan China itu mengancam kedaulatan sehingga dia mengusulkan langkah-langkah defensif.

China menurutnya memiliki kapasitas untuk mengumpulkan data dari seluruh dunia dan menggunakan uang untuk membuat orang lain tertarik.

Mantan agen rahasia ini menyebut Beijing mencoba memanfaatkan pengaruhnya melalui kebijakan ekonomi yang bertujuan membuat orang-orang terperangkap.

Moore menyebut China telah menjadi prioritas tunggal terbesar bagi Badan intelijen Inggris ketika dia berbicara di Institut Internasional untuk Studi Strategis di London.

Dia juga memperingatkan potensi salah perhitungan akibat kepercayaan diri Beijing pada isu seperti situasi di Taiwan, yang bisa menimbulkan ancaman serius pagi perdamaian global.

Baca juga: Kekuatan China makin Nyata, Sekelas Negara Amerika dan Jepang Sampai Kerja Sama

Baca juga: Tiongkok Amerika Serikat Adu Kuat Ekonomi, China Menangi Industri Teknologi, AS Ungguli Ventura

Tuduhan kepada Christine Ching Kui Lee muncul setelah dilakukannya investigasi yang panjang dan siginifikan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved