Mengenal Lebih Dekat Adat Tepung Tawar Kepri di Kabupaten Kepulauan Anambas
Plt Ketua Umum LAM Kepulauan Anambas, Datok Syarifuddin bilang, adat tepuk tepung tawar merupakan bentuk identitas diri orang-orang Melayu
Perbedaan
Sementara itu, tepung tawar pengantin pastinya memiliki tata cara penggunaan yang berbeda dengan tepung tawar majelis.
Untuk tepung tawar pengantin ini, tata caranya yaitu ditabur ke empat penjuru mata angin dengan doa agar pengantin dijauhkan dari segala bala dan bencana.
Dalam melakukan penaburan tidak mengenai muka pengantin, tetapi ditabur melewati atas kepala pengantin.
Untuk menepuk tepung tawar pengantin laki-laki hanya boleh ditepuk tepung tawari oleh laki-laki saja.
Begitu juga pengantin perempuan hanya boleh dilakukan oleh orang perempuan saja, kecuali jika dilakukan serentak dengan menyandingkan kedua pengantin baru boleh dilakukan perempuan dan laki-laki secara bersamaan.
Setelah dilakukan penaburan beras kuning, beras basuh dan beras bertih terhadap pengantin, kemudian dilakukan menepuk tepung tawar.
Sedangkan tepung tawar untuk majelis atau tamu khusus, tata caranya yaitu dilakukan sama dengan menepuk tepung tawar untuk pengantin.
Hanya saja pada saat penaburan beras kuning, beras putih dan beras bertih hanya sebatas pinggang kebawah.
Kalau pengantin melewati atas kepala, untuk tepung tawar majelis dan tamu khusus tidak dilakukan cecah inai di tangan kanan dan kiri. (TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google