Mengenal Lebih Dekat Adat Tepung Tawar Kepri di Kabupaten Kepulauan Anambas
Plt Ketua Umum LAM Kepulauan Anambas, Datok Syarifuddin bilang, adat tepuk tepung tawar merupakan bentuk identitas diri orang-orang Melayu
ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Upacara adat tepung tawar termasuk adat Melayu Kepulauan Riau (Kepri) yang sangat penting.
Adat tepung tawar ini telah sehati dengan masyarakat Kepri sejak masa dahulu dan perlu dilestarikan untuk masa-masa yang akan datang.
Diketahui, upacara adat tepung tawar dimaknai sebagai lambang memohon doa restu kepada Allah SWT agar yang ditepung tawari mendapat keselamatan dan keberkahan.
Selain itu mengandung makna menolak bala, terhindar dari segala cobaan, musibah dan keselamatan serta kesejahteraan diberikan kepada orang yang ditepung tawari.
Plt Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Anambas, Datok Syarifuddin menyebutkan, adat tepuk tepung tawar merupakan bentuk identitas diri orang-orang Melayu khususnya di Anambas.
Biasanya dipakai saat acara pengantin, tepung tawar majelis atau tamu khusus.
"Biasanya kalau kita kedatangan tamu penting seperti pejabat tinggi yang berkunjung ke Anambas, pasti kita lakukan adat ini, karena ini memang adat istiadatnya orang Melayu,” ucap Syarifuddin, Senin (17/1/2022).
Selain itu tepung tawar ini juga untuk menyambut tamu dan keluarga yang baru pulang dari luar.
Baca juga: Bupati Wan Siswandi Tiba di Natuna Besok, Pemkab Gelar Tepuk Tepung Tawar
Baca juga: Apa Itu Tepuk Tepung Tawar? Tradisi Unik Melayu Kepri saat Hajatan Penting
"Nanti dalam tepung tawar itu ada beras, kunyit. Ada di situ beras putih, ada bertih yang dibuatnya itu dimasukkan ke dalam wajan dengan cara digongseng dan akan meletup-letup, terus ada juga bunga rampai," tuturnya.
Bahan-bahan dalam adat tepung tawar ini punya makna masing-masing. Seperti beras kuning yang diwarnai dengan kunyit melambangkan agar diberikan kemurahan rezeki.
Lalu beras putih atau beras basuh melambangkan kesucian dan lahir batin.
Beras bertih (padi yang disangrai), melambangkan kemakmuran dan kerukunan hidup sekeluarga di tengah-tengah masyarakat.
Air tepung tawar (beras sejuk diberi air), melambangkan penyejuk hati. Inai melambangkan kerukunan dan kesetiaan hidup berumah tangga.
Daun perenjis yang terdiri dari daun juang-juang, daun ganda rusa, daun sedingin, daun setawar dan daun ati-ati yang diikat menjadi satu dengan daun ribu-ribu, sebagai lambang ikatan kekeluargaan.
Mangkuk untuk meletakkan alat-alat tepung tawar dalam talang atau dulang berkaki.