Rabu, 22 April 2026

Menparekraf Sandiaga Uno dan Gubernur Kepri Shalat Jumat di Masjid Jabal Arafah Batam

Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno didampingi Gubernur, Ansar Ahmad melakukan shalat Jumat di Masjid Jabal Arafah, Lubuk Baja, Batam.

Penulis: Endra Kaputra |
ISTIMEWA
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menjadi Khatib saat melaksanakan shalat Jumat di Masjid Jabal Arafah, Jalan Imam Bonjol, Lubuk Baja, Kota Batam, Jumat(21/1/2022). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Di sela kunjungannya ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (21/1/2022), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno didampingi Gubernur, Ansar Ahmad melakukan shalat Jumat di Masjid Jabal Arafah, Jalan Imam Bonjol, Lubuk Baja, Batam.

Dalam kesempatan itu, Gubernur bertindak menjadi khatib shalat Jumat dengan mengusung tema 'eksistensi manusia'.

Sekitar pukul 12.00 WIB, Menparekraf dan rombongan masuk masjid dan langsung menuju ke barisan shaf terdepan untuk terlebih dahulu melaksanakan sholat sunnah.

Dalam isi khutbahnya, Gubernur menyampaikan bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna.

"Tidaklah kuciptakan manusia kecuali dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” ujar Ansar mengutip ayat suci Al-Qurán.

Manusia, jelas Ansar adalah ciptaan Allah SWT yang diberikan akal dan nafsu sehingga manusia akan berkutat dalam kedua hal tersebut.

Jika manusia dengan akalnya dapat mengendalaikan nafsu maka tidak ubahnya seperti malaikat, namun apabila nafsu tidak bisa dikendalikan oleh akalnya maka manusia tersebut tidak ubahnya seperti hewan atau binatang.

Dijelaskan, bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan harkat dan martabat yang tinggi dibandingkan dengan makhluk lainnya.

Karena lengkapnya bagian tubuh manusia ibarat sebuah kesatuan dalam organisasi pemerintahan.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno ke Batam, Wawako Amsakar Achmad Ikut Jemput di Bandara

Baca juga: Gubernur Kepri Sambut Kedatangan Menparekraf Sandiaga Uno di Bandara Hang Nadim Batam 

“Tangan ibarat Menteri Pertahanan yang menahan segala hambatan yang datang, mulut ibarat Menteri Komunikasi, hidung dan telinga ibarat Badan Intelejen, Kepala dan hati ibarat Mahkamah Agung yang dapat mengukur dan menilai apa yang harus kita lakukan,” jelasnya.

Pada intinya, untuk mengawali tahun baru 2022 ini, hendaknya, menurut Ansar, harus dijadikan sebagai ajang muhasabah dan instropeksi untuk diri masing-masing.

"Jika ada coretan masa lalu yang tidak memberikan makna, maka pada pergantian tahun yang baru ini ada baiknya kita membuat coretan pantun dan syair yang lebih baik. Kita wajib memperbaiki diri di hadapan Allah, menghasilkan karya, membangun keberhasilan, tidak boleh putus asa, terus berjuang untuk lebih beruntung dari masa lalu. Sesungguhnya, orang yang beruntung adalah orang yang lebih baik dari masa lalu,” ungkapnya.

Menanggapi pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama 2 tahun di dunia, Ansar juga mengingatkan bahwa apapun ujian yang Allah berikan tentunya tentu tidak melebihi batas kemampuan manusia. Oleh karena itu, dirinya mengajak untuk menjadikan tahun 2022 ini sebagai tahun kebangkitan ekonomi dan tahun kembali berinteraksi sosial dengan mendepankan protokol kesehatan.

“Kita semua tahu bahwa banyak deretan permasalahan yang kita hadapi,namun jika kita saling bahu membahu, menjaga kebersamaan, kerukunan dan secara kolektif bersama membangun maka Insya Allah, negeri kita akan menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Untuk tahun 2022 ini, kualitas hidup kita harus lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat,” katanya. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved