PT BAI Realisasikan Investasi Rp 18 Triliun di Bintan
TANJUNGPINANG-Saat ini Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang berada di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Agus Tri Harsanto
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Saat ini Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang berada di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) jadi perhatian serius pemerintah pusat.
Terlebih saat berdirinya Perusahan yang bernama PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).
Sebagai kilas sejarah, perencanaan tentang KEK Galang Batang itu awal dimulai pada 2013 lalu. Penetapan resmi menjadi KEK pun baru dimulai pada tahun 2017 yang tertuang dalam PP nomor 42 tahun 2017.
Barulah pada 2018 atau tepatnya 8 Desember 2018 mendapat permodalan asing dari investor asal Negara China.
Dengan rencana target besar investasi sebesar USD 5,5 Miliar atau sekitar Rp 75 triliun.
KEK Galang Batang di Bintan juga termasuk dalam kategori 19 KEK yang ada di Indonesia.
Penjelasan ini disampaikan, Senior Advisor PT BAI, Purba Robert Sianipar, saat diwawancarai TRIBUNBATAM.id, Senin (24/01/2022).
Ia menjelaskan, letak geografis wilayah Kabupaten Bintan menjadi lokasi strategis yang menjadi alasan kuat berdirinya perusahaan tersebut.
Robert menyampaikan, periode Juli 2021 sampai Januari 2022 ini saja, PT BAI sudah melakukan ekspor ke Malaysia dengan total 550 ribu ton Semelter Grade Alumina (SGA).
"Dimana perton SGA yang telah diekspor itu pertonnya USD 385 ribu, artinya sekitar USD 212 juta devisa negara. Bahkan ekspor terakhir ini sangat berpengaruh pada neraca perdagangan Indonesia," ujarnya.
Dengan ekspor yang sudah dilakukan PT BAI selama berdiri dan beroperasi, sudah sekitar Rp 18 triliun yang telah terealiasi.
Ia juga menjelaskan, saat ini luas lahan yang dimiliki PT BAI 2.333 hektar, dan telah dimanfaatkan lahan tersebut dengan presentasi 77 persen.
"Direncanakan pada tahun 2022 ini, akan ada perluasan lahan lagi sekitar 2.000 hektar lagi. Sebab, sudah jalan dengan 1.300 telah dilakukan pembebasan lahannya," sebutnya menjelaskan lagi.
Ditanyakan, bagaimana dengan pekerja di PT BAI saat ini?
"Terhadap total pekerja saat ini tercatat sebanyak 3.500 orang pekerja. Terdiri dari 900 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China, dan 2.600 pekerja lokal kita. Dimana target pekerja yang dibutuhkan itu sebanyak 21 ribu pekerja," ucapnya.(Tribunbatam.id/endrakaputra)