Minggu, 3 Mei 2026

Aksi Koboi Oknum Polisi Mengamuk Hingga Tembaki Warga di Tambang Emas

Oknum polisi berinisial Brigpol AB jadi perhatian Polda Maluku. Aksi koboinya membuat warga meregang nyawa.

Tayang:
ANTARA VIA BBC NEWS INDONESIA Via Tribun Timur
Oknum polisi terlibat adu mulut hingga tembaki warga di kawasan tambang emas. Foto ilustrasi. 

TRIBUNBATAM.id - Aksi koboi seorang oknum polisi jadi perhatian Polda Maluku.

Oknum polisi yang merupakan anggota Brimob di Kabupaten Buru, Brigpol AB mengamuk dan menembaki warga di kawasan tambang emas Gunung Botak.

Akibat aksinya, seorang warga bernama Made Nurlatu meninggal dunia.

Warga berusia 49 tahun yang diketahui merupakan tokoh adat itu menghembuskan napas terakhir setelah terkena tembakan pada bagian paha, pinggang dan kepala.

Insiden itu berawal dari adu mulut antara Brigpol AB dengan korban terkait lahan kolam tambang emas di kawasan itu.

Brigpol AB langsung pergi mengambil senjata miliknya dan kemudian menembaki korban hingga tersungkur jatuh.

Baca juga: Pollda Jateng Bantah R Korban Rudapaksa Oknum Polisi : Pelaku Sipil Ngaku Polisi

Baca juga: 2 Oknum Polisi Tanjungbalai Jual Sitaan Ganja Rp1 Miliar, Kini Dituntutan Hukuman Mati

Sejumlah warga yang mencoba datang ke lokasi kejadian ikut ditembaki pelaku.

Namun mereka berhasil melarikan diri.

Warga baru berhasil membawa jenazah korban, setelah Brigpol AB pergi dari lokasi kejadian usai menembaki korban.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Maluku Kombes Muhamad Roem Ohoirat membenarkan adanya penembakan tersebut.

Menurutnya, kejadian itu terjadi pada hari ini, Sabtu (29/1/2022), sekitar 15.00 WIT.

"Terjadi kesalahpahaman antarwarga, kemudian datang Bripka AB, anggota Kompi III Pelopor Yon A Namlea kemudian mengeluarkan tembakan sehingga mengenai seorang warga mengakibatkan warga tersebut mebinggal dunia. Korban bernama M. Nurlatu," ungkap Roem kepada Kompas.com, Sabtu malam.

Setelah kejadian itu, Kapolres Pulau Buru langsung bergegas ke Gunung Botak untuk mengendalikan situasi dan memburu pelaku.

Baca juga: Polda Kepri Dalami Dugaan Oknum Polisi di Bintan Terlibat Kasus Kapal PMI Ilegal Tenggelam

Baca juga: Istri Tahanan Ngaku Dinodai Oknum Polisi Hingga Hamil, Bukti Video Jadi Fakta Baru

"Pelaku sudah diamankan dan sedang dibawa ke Ambon untuk diproses hukum," ujarnya.

Terkait kasus itu, Roem memastikan Polda Maluku tidak akan memberi toleransi anggotanya yang berbuat salah.

"Intinya Polda tidak akan melindungi anggota yang melanggar hukum," katanya singkat.

GERAK Cepat

Oknum Brimob Polda Maluku penembak warga di tambang emas Gunung Botak Pulau Buru - Maluku akhirnya ditangkap.

Pelaku langsung dibawa ke Kota Ambon untuk pemeriksaan di Polda Maluku

Pelakui yakni Brigpol AB dari Kompi 3 Yon A Pelopor Namlea, diamakan aparat saat hendak melarikan diri di Pelabuhan Kecil, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Sabtu (29/1/2022) sore.

"Pelaku sudah diamankan, dan sedang dibawa ke Ambon untuk diproses hukum. Polda tidak akan melindungi anggota yang melanggar hukum," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M Roem Ohoirat, saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Sabtu.

Diberitakan, penembakan terjadi setelah sebelumnya terjadi adu mulut antara penambang dengan pelaku.

Baca juga: Siswa SMA Korban Salah Tangkap Oknum Polisi, Dianiaya lalu Ditinggal Pergi

Baca juga: Aksi Tak Pantas Oknum Polisi, Istri Tahanan Diduga Jadi Pelampiasan Nafsu Hingga Hamil

Di tengah perdebatan, Brigpol AB langsung mengeluarkan senjata laras panjang dari tas dan langsung mengeluarkan tembakan.

"Awal kejadiannya begini, terkait dengan paritan milik Toni Batuwael, yang dibeking oleh oknum brimob dari Kompi 3 Yon A Pelopor Namlea, bernama Brigpol Andreas Batuwael, masalah dengan Andi Latbual, terkait dengan aktivitas kodok-kodok. Lalu oknum brimob itu bilang, memangnya orang Buru sapa yang bisa larang, saya langsung tembak di sini," kata Wuder Nurlatu saat diwawancarai TribunAmbon.com di lokasi, Sabtu sore.

"Sementara tokoh adat bernama Mede Nurlatu itu sedang membersihkan talang atau dompeng, langsung ditembak oleh oknum brimob tersebut," imbuhnya.

Mendengar bunyi tembakan, para penambang langsung berlarian meninggalkan lokasi penambangan.

Menyusul pelaku penembakan juga langsung kabur.

Sementara itu, tidak berselang lama, korban dievakuasi oleh keluarga berada di lokasi.

Keluarga korban yang marah, kemudian membakar rumah milik keluarga dari oknum polisi pelaku penembakan.(TribunBatam.id) (Kompas.com/Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty) (TribunAmbon.com/Andi Papalia)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Oknum Polisi

Sumber: Kompas.com, TribunAmbon.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved