Kamis, 21 Mei 2026

PRESIDEN Jokowi Meradang Dengar Keluhan WNA Soal Dugaan Praktik Mafia Karantina

Presiden Jokowi meminta Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit untuk mengusut tuntas dugaan praktik mafia karantina yang dikeluhkan sejumlah WNA.

Tayang:
Screenshot YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi meminta Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit untuk mengusut tuntas dugaan praktik mafia karantina yang dikeluhkan sejumlah WNA. 

Wisatawan itu justru diberikan tawaran perpanjangan karantina dengan biaya besar.

Wisatawan itu pun akhirnya mengadu kepada Sandiaga melalui email yang juga diunggah oleh Sandiaga dalam Instagram tersebut.

Ketika dihubungi Kompas.com, Minggu, Sandiaga menegaskan tak segan untuk menindak pihak-pihak yang berlaku curang dan mencoba memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk mendapat keuntungan.

"Jika terbukti melakukan hal tersebut (mafia karantina), saya akan tindak tegas," kata Sandi.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang dihubungi terpisah mengatakan, kasus tersebut karena adanya salah pengertian.

"Boleh disampaikan bahwa ini ada salah pengertian. Kita sudah dikonfirmasi oleh pihak Kemenparekraf," kata Koordinator Hotel Repatriasi PHRI Vivi Herlambang.

Vivi membantah adanya mafia karantina di hotel. PHRI melihat tidak ada faktor kesengajaan untuk berbuat curang kepada wisatawan Ukraina tersebut.

Vivi mengatakan, pihak hotel mengklaim telah menjelaskan alur karantina kepada wisatawan.

Vivi juga mengaku bahwa pihaknya sempat kesulitan mencari siapa wisatawan yang dimaksud.

Soalnya, wisatawan itu ditulis oleh pihak hotel berasal dari Rusia, bukan Ukraina.

"Sebenarnya dia dari Ukraina, paspornya Ukraina. Karena tertulisnya salah, jadi ada salah pengertian," terang dia.

"Kita dari pagi itu sulit mencari (nama wisatawan). Akhirnya kita tegur hotelnya. Kenapa ini Rusia, ini orang Ukraina. Itu yang menjadikan kesulitan," sambungnya.

Vivi sendiri tidak menjelaskan terkait hasil tes PCR terakhir yang disebut positif dan larangan melakukan tes PCR pembanding.

Namun yang jelas, setelah Kemenpar memberi kesempatan wisatawan itu melakukan tes PCR ulang, hasilnya negatif Covid-19.

"Alhamdulillah, secara cepat masalahnya sudah tersolusikan. Mereka saat ini sedang menikmati pariwisata di Bali," ungkap Sandi. (Yan/kcm)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved