PRESIDEN Jokowi Meradang Dengar Keluhan WNA Soal Dugaan Praktik Mafia Karantina
Presiden Jokowi meminta Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit untuk mengusut tuntas dugaan praktik mafia karantina yang dikeluhkan sejumlah WNA.
JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Di tengah pengetatan pintu masuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) untuk membatasi penyebaran varian Omicron, dugaan mafia karantina muncul lagi.
Presiden Jokowi pun meminta Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit untuk mengusut tuntas dugaan praktik permainan karantina PPLN tersebut.
Hal ini ditegaskannya usai mendapat aduan dari para WNA terkait praktik tersebut.
"Saya masih mendengar dan ini saya minta Kapolri untuk mengusut tuntas permainan yang ada di karantina. Sudah, karena saya sudah mendengar dari beberapa orang asing komplain ke saya mengenai ini," ujar Jokowi, dilansir dari unggahan di laman resmi setkab.go.id, Selasa (1/2/2022).
Saat membuka rapat terbatas evaluasi PPKM secara virtual, Senin, Jokowi juga mengungkapkan dugaan tersebut.
Ia meminta disiplin pengetatan di pintu-pintu masuk dan pelaksanaan proses karantina dilakukan dcengan benar.
Usai rapat, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan, pemerintah mengurangi masa karantina pelaku perjalanan luar negeri atau PPLN dari tujuh hari menjadi lima hari.
"Perlu ada perubahan strategi seiring peningkatan kasus akibat transmisi lokal," ujar Luhut.
Baca juga: MESKI Kasus Omicron di Batam Terus Bertambah, Orangtua Siswa Tolak Anaknya Kembali Belajar Online
Baca juga: 22.768 Anak Usia 6 hingga 11 Tahun di Karimun sudah Dapat Vaksin Covid-19
Sabtu pekan lalu, publik dikejutkan dengan informasi dugaan adanya mafia karantina terhadap WNA.
Hal ini terungkap dari unggahan Instagram pribadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
Sandiaga mengungkapkan, ada seorang WNA asal Ukraina yang mengeluh soal karantina di salah satu hotel di Jakarta.
Wisatawan asal Ukraina yang membawa serta anak perempuannya itu rencananya ingin berwisata ke Bali, tetapi pada hari terakhir karantina di Jakarta timbul masalah.
"Di hari terakhir karantina, di salah satu hotel di Jakarta, mereka mendapat kabar bahwa tes PCR mereka sebelum meninggalkan hotel menunjukkan hasil 'positif'," tulis Sandiaga dalam akun Instagram-nya.
Merasa ada yang janggal dengan hasil tersebut, wisatawan itu pun memohon pertolongan agar dilakukan tes PCR kembali.
Namun petugas hotel diduga tak mengizinkan wisatawan itu untuk melakukan tes PCR dari pihak lain selain yang telah disediakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/presiden-jokowi-resmi-memperpanjang-ppkm-level-4-hingga-2-agustus-2021.jpg)