CORONA KEPRI
42.782 Warga Batam sudah Divaksin Booster, Wawako Minta Prokes Jangan Kendor
Ketua Bidang Kesehatan Satgas Covid-19 Batam Didi Kusmarjadi sebut ada 42.782 warga Batam yang sudah divaksin booster. Pemko masih gesa kegiatannya
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 42.782 warga Batam sudah divaksin booster.
Ketua Bidang Kesehatan Satgas Covid-19 Batam Didi Kusmarjadi sebut, total ada 2.764 warga yang divaksinasi covid-19 booster pada Jumat (4/2/2022).
Diakuinya pelaksanaan vaksinasi booster masih terus digesa Pemerintah Kota Batam. Gelombang ketiga ini diharapkan bisa terkendali dari pendahulunya.
Sementara itu, untuk anak-anak yang telah menjalani vaksinasi dosis 1 sebanyak 108.138 orang atau 81.28 persen.
Untuk dosis 2 sebanyak 41,866 orang atau mencapai 31.47 persen.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menuturkan Batam berhasil keluar dari zona merah dan bertahan di zona hijau dalam waktu yang cukup lama. Dengan adanya Omicorn yang memiliki daya sebar sangat cepat, diharapkan masyarakat tidak kendor dan membantu pemerintah dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang sudah digaungkan selama ini.
"Kami turun juga, tenaga medis tidak berhenti melakukan tracing dan testing. Sekarang butuh bantuan masyarakat lagi, agar kasus ini cepat dituntaskan," ujarnya.
Ia berharap Batam bisa segera keluar dari gelombang ketiga ini. Peran semua pihak sangat membantu pengendalian Covid-19.
Baca juga: Covid-19 di Batam, Pasien Baru Tambah 27 Orang, 2 Kecamatan Berstatus Zona Merah
Baca juga: Kasus Covid-19 di Kepri Naik Lagi, Gubernur Ansar Siapkan Surat Edaran Baru
Amsakar optimis jika tingkat kepatuhan prokes ini bisa maksimal, maka Batam bisa segera keluar dari gelombang ketiga ini.
Amsakar menegaskan, tenaga medis menjadi salah satu yang prioritas diberikan vaksin booster. Hal ini dikarenakan mereka merupakan ujung tombak dalam pengendalian Covid-19 di Batam.
Mereka bertugas untuk melakukan tracing, testing dan treatment (3T) kepada pasien dan kontak erat. Menurutnya, daya tahan tubuh tim medis harus tetap kuat, agar dalam menjalan tugasnya mereka bisa maksimal.
"Tahun lalu banyak tenaga medis yang terpapar, dan ada yang meninggal dunia saat awal-awal kasus ini masuk. Saat gelombang ketiga ini saya berharap itu tidak terjadi, makanya kami prioritaskan vaksin booster untuk mereka, dengan harapan mereka imun tubuhnya lebih kuat," katanya.
Selain booster, lanjutnya, vaksinasi pelajar juga terus digelar. Ditargetkan vaksinasi pelajar usia 6-11 tahun yang baru dilaksanakan bisa mencapai hasil maksimal. Vaksin anak ini juga merupakan upaya dalam mendukung kelancaran pembelajaran tatap muka (PTM).
"Imun tubuh anak didik ini juga prioritas kami. Karena mereka rentan terpapar juga. Makanya saya sudah minta Disdik turun dan memastikan Protkes di sekolah berjalan. Jangan ada kelalaian, keselamatan, kenyamanan anak utama saat ini," katanya.
2 Kecamatan Zona Merah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2901vaksinasi-booster-di-batam.jpg)