Rabu, 22 April 2026

BERITA CHINA

China - Rusia Makin Mesra, Serang Balik NATO Pimpinan Amerika Serikat Ihwal Ukraina

Hubungan Rusia dan China semakin intens setelah Barat dianggap terlalu ikut campur dengan urusan Vladimir Putin terhadap Ukraina.

AFP
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Hubungan mereka kian mesra setelah barat menuduh Moskow terkait langkah mereka ke Ukraina. 

TRIBUNBATAM.id - Hubungan China dengan Rusia semakin erat.

Terlebih setelah sikap Moskow terhadap Ukraina.

Hubungan mereka kian 'mesra' setelah barat dianggap ikut campur terkait negara di Eropa itu.

Rusia diketahui mengerahkan sekitar 100.000 tentara di dekat perbatasannya dengan Ukraina, menambah ketegangan antara dua negara bertetangga tersebut, serta meningkatkan ancaman invasi.

Vladimir Putin sedang berusaha menyusun ulang batas-batas Eropa pasca-Perang Dingin, membangun zona keamanan yang luas, dan menarik kembali Ukraina, dengan paksa jika perlu.

Baca juga: Negeri Panda Viral, Ibu 8 Anak di China Lehernya Kena Rantai, Beijing Sensor Kritik Warga

Baca juga: Tiongkok Protes Keras! Amerika Serikat, Jepang Jalin Kerja Sama Militer, China Gandeng Rusia

Ketegangan antara Ukraina dan Rusia sudah membara sejak 2013, ketika Ukraina berupaya menggulingkan presidennya yang pro-Rusia, Viktor Yanukovych, dan militer Rusia memasuki wilayah Ukraina.

Imbas dari kondisi tersebut, Rusia mencaplok semenanjung Crimea yang otonom pada 2014 dan mengobarkan pemberontakan separatis di Ukraina timur.

Rusia berdalih, aneksasi Crimea adalah untuk membela kepentingan warga berbahasa Rusia di sana.

Akan tetapi, pencaplokan itu tidak diakui oleh sebagian besar negara.

Tak lama kemudian, separatis pro-Rusia di wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina mendeklarasikan kemerdekaan dari Kiev.

Baca juga: China Punya Matahari Buatan Catat Rekor Baru, Rusia Sebelumnya Kasih Sinyal

Baca juga: Tiongkok Sebut Omicron Bisa Menular Lewat Surat Luar Negeri, Minta Warga China Waspada

Sehingga memicu pertempuran yang sengit selama berbulan-bulan. Gencatan senjata sempat disepakati pada 2015 tetapi sulit ditegakkan.

Perdamaian total tak kunjung didapat di tengah perang Rusia Ukraina yang menewaskan lebih dari 13.000 tentara dan warga sipil.

Menurut Putin, Ukraina pada dasarnya adalah bagian dari Rusia baik secara budaya maupun historis.

Ukraina, negara berpenduduk 44 juta orang yang sebelumnya tergabung dengan Uni Soviet dan berbagi perbatasan sepanjang 1.900 kilometer dengan Rusia, menurut Putin dapat meningkatkan kekuatan negaranya untuk bersaing dengan AS dan China.

Rusia sebelumnya berada di belakang China dalam mengalahkan dominasi Amerika Serikat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved