Breaking News:

CORONA KEPRI

BEDA Data Balitbangkes dengan Satgas Covid-19 Kepri Soal Varian Omicron, Ternyata Ini Sebabnya

Jubir Satgas Covid-19 Kepri mengungkap beda data antara Litbangkes terkait jumlah pasien covid-19 varian Omicron.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Endra Kaputra
Jubir Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana mengungkap kondisi pasien virus corona varian Omicron hingga 5 Februari 2022. 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Covid-19 varian Omicron di Kepri mencapai 174 kasus.

Kondisi ini tercatat satgas covid-19 Kepri hingga 5 Febuari 2022.

Juru bicara (Jubir) satuan gugus tugas (Satgas) Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana merinci ratusan kasus infeksi itu.

Dari 174 kasus itu, 118 orang merupakan warga Kota Batam.

Kemudian Kabupaten Bintan 27 orang, 3 orang dari Kabupaten Karimun.

Serta Kota Tanjungpinang dengan 12 kasus.

Baca juga: TOTAL Kasus Omicron di Kepri Sudah Mencapai 193 Orang, Paling Banyak di Batam

Baca juga: Gubernur Kepri Buat Edaran Cegah Omicron, Pasien Tanpa Gejala Bisa Isoman dengan Syarat Khusus

"Selanjutnya dari Pekerja Migran Indonesia ada 14 orang," ujarnya.

Tjetjep Yudiana menambahkan, data pasien covid-19 varian Omicron tersebut diperoleh dari probable BPTKL-PP Kelas I Batam.

Alat di BPTKL-PP Kelas I Batam menurutnya sudah bisa mendeteksi varian Omicron.

Sementara dalam data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Batlibangkes) Kemenkes RI, data yang sudah keluar varian Omicron di Kepri sebanyak 19 orang.

"Jangan heran kenapa kok di Litbangkes malah masih 19 orang. Itu disebabkan masih mengantre dengan provinsi bahkan Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia. Namun, hasil dari BPTKL-PP Kelas I Batam tidak akan salah," ucapnya.

Ia pun meneruskan seruan Gubernur Kepri, agar masyarakat segera melakukan vaksinasi.

Baik dosis pertama hingga ketiga.

Baca juga: Mal di Batam Masih Ramai Meski Kasus Omicron Mulai Bermunculan, PPKM Level 1 Berlaku?

Baca juga: Bintan Zero Kasus Omicron, Dinkes Galakkan Vaksinasi Door to Door

"Pak Gubernur Kepri juga telah sampaikan kepada Kabupaten/Kota agar meningkatkan kapasitas tracing dan testing, karena hampir semuanya tidak memiliki gejala hingga gejala ringan saja, sehingga diperkirakan kasus-kasus yang sesungguhnya lebih besar terdapat ditengah masyarakat, karena tidak bergejala, mereka tidak dilakukan pemeriksaan. Lalu, meningkatkan sosialisasi, dan pengawasan protokol kesehatan," imbaunya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved