CORONA KEPRI

Mengapa Covid-19 Varian Omicron Banyak di Batam? Ketua IDI Kepri Ungkap Analisanya

Ketua IDI Kepri menganalisa mengapa covid-19 varian Omicron banyak ditemukan di Batam.

Kompas.com
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Kepri Rusdani menganalisa banyak covid-19 varian Omicron di Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Covid-19 varian Omicron masih menjadi perhatian di Batam.

Jumlah kasus positif virus corona pun terus meningkat sejak beberapa hari terakhir.

Data perkembangan kasus di Kepulauan Riau (Kepri) pada 08 Febuari 2022, ada tambahan sebanyak 48 kasus baru.

Data tersebut disampaikan Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kepri, Eko Sumbaryadi.

Dari total 48 tambahan kasus baru, terdapat 34 orang di Kota Batam, 6 orang di Kota Tanjungpinang, 2 orang di Kabupaten Bintan, 6 orang di Kabupaten Natuna.

Baca juga: Dikenal Sangat Cepat Menular, Ketahui Gejala Varian Omicron jika Sudah Menyerang Anak

Baca juga: BEDA Data Balitbangkes dengan Satgas Covid-19 Kepri Soal Varian Omicron, Ternyata Ini Sebabnya

Sampai 8 Febuari 2022, tercatat kasus aktif di Kepri sebanyak 296 orang. Diantaranya, 205 orang di Batam, 65 di Tanjungpinang, 11 orang di Natuna, 10 orang di Natuna, dan 5 orang di Karimun.

Selain itu, juga terdapat penambahan pasien sembuh akibat Covid-19 sebanyak 25 orang di Kepri.

Ada 23 orang di Kota Batam, dan 2 di Kabupaten Karimun.

Sampai dengan 08 Febuari 2022, hanya 2 daerah di Kepri yang bersetatus zona hijau.

Di antaranya, Kabupaten Lingga, dan Anambas.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri, dr Rusdani menganalisa mengapa varian Omicron banyak di Batam.

Ia mengimbau masyarakat agar berkegiatan sesuai dengan koridor aturan PPKM yang berlaku saat ini.

Baca juga: TOTAL Kasus Omicron di Kepri Sudah Mencapai 193 Orang, Paling Banyak di Batam

Baca juga: Mal di Batam Masih Ramai Meski Kasus Omicron Mulai Bermunculan, PPKM Level 1 Berlaku?

Hal ini guna mencegah adanya persebaran virus corona varian baru Omicron.

Menurut Rusdani, saat ini kasus Omicron di Batam, atau Kepri secara keseluruhan disebabkan dari transmisi lokal.

Artinya, penyebaran virus tersebut berlangsung di dalam wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau, akibat adanya interaksi masyarakat.

Terkait penyebab melonjaknya kasus Omicron di Kepri, Rusdani menilai ini disebabkan karena mobilitas keluar masuk masyarakat yang sangat tinggi dari dan keluar wilayah Kepri.

"Arus keluar masuk orang di Kepri kan tinggi, sebab ini pintu masuk dari luar negeri maupun domestik," ujar Rusdani ketika dihubungi TribunBatam.id, Rabu (9/2/2022).

Menurutnya, kasus Omicron yang muncul di Kepri lebih banyak diakibatkan perjalanan domestik.

Pasalnya, pelaku perjalanan domestik kini tidak lagi diwajibkan karantina mandiri.

Sementara itu menurut penelitian, virus varian baru Omicron memiliki tingkat penyebaran sangat tinggi.

Baca juga: Cara Mengetahui Gejala Omicron pada Anak, Orangtua Patut Waspada

Baca juga: Omicron Mengamuk, Beda Gejala Covid dan Flu, Ini 7 Tanda Seseorang Terjangkit Varian Baru

Bahkan mencapai lima kali lipat dibandingkan varian baru lainnya.

Meski, tingkat fatalitasnya masih lebih rendah daripada varian baru Delta.

"Memang menurut penelitian Omicron lebih gampang menular dibanding Delta, walaupun untuk gejalanya bisa dibilang lebih parah Delta. Tapi itu bukan berarti kita aman," jelas Rusdani.

Guna mencegah tertular dari varian baru Omicron, Rusdani menekankan dua langkah pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat.

Pertama, menerima suntikan vaksin ketiga (booster), dan kedua, menjalankan protokol kesehatan secara disiplin.

Ia menilai, saat ini kegiatan masyarakat sudah semakin longgar.

Baca juga: Gubernur Kepri Buat Edaran Cegah Omicron, Pasien Tanpa Gejala Bisa Isoman dengan Syarat Khusus

Baca juga: Syarat dan Aturan Terbaru Naik Pesawat Terbang saat Varian Omicron Masif Menyebar

Di sisi lain, temuan kasus Covid-19 kembali melonjak.

Rusdani berharap, baik pemerintah maupun masyarakat dapat mematuhi aturan yang ada terkait penanggulangan dan pencegahan Covid-19.

"Sebenarnya masyarakat sudah hapal luar kepala tentang protkes ini. Kuncinya adalah pada implementasinya. Terpenting adalah selalu pakai masker, patuhi protokol kesehatan, terima vaksin booster, makan makanan bergizi, mudah-mudahan aman," tambah Rusdani.(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami/Endra Kaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved