Breaking News:

Pariwisata Kepri Aman

DAMPINGI Dewan Tinjau Persiapan Travel Bubble di Batam, Buralimar: Semoga Ada Kabar Baik Bulan Ini

Ketua dan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Kepulauan Riau (DPRD Kepri) meninjau Kawasan Wisata Nongsa Sensation Jumat (11/2/2022).

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Thom Limahekin
TRIBUNBATAM.id
TINJAU NONGSA SENSATION-Ketua dan Anggota Komisi II DPRD Kepri meninjau Kawasan Wisata Nongsa Sensation di Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (11/2/2022) untuk memasti persiapan travel bubble antara Singapura dan Indonesia berjalan baik. 

Editor: Thomm Limahekin

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketua dan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Kepulauan Riau (DPRD Kepri) meninjau Kawasan Wisata Nongsa Sensation, Kota Batam pada Jumat (11/2/2022) sore.

Peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan kawasan tersebut dari berbagai unsur dalam menyambut travel bubble antara Indonesia dengan Singapura.

Ketua Komisi ll DPRD Kepri, H Muhammad Taufiq, SH, MM mengatakan pihaknya ingin memastikan kesiapan menyambut travel bubble di Kota Batam. Peninjauan yang sama pernah dilakukan oleh anggota dewan tersebut ke Kawasan Bintan Resort Cakrawala di Kabupaten Bintan.

"Dari hasil kunjungan ini, kami memastikan sebenarnya kita sudah sangat siap dalam menyambut kedatangan turis dari Singapura," kata Taufiq kepada TRIBUNBATAM.id.

TINJAU NONGSA SENSATION-Ketua dan Anggota Komisi II DPRD Kepri meninjau Kawasan Wisata Nongsa Sensation di Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (11/2/2022) untuk memasti persiapan travel bubble antara Singapura dan Indonesia berjalan baik.
TINJAU NONGSA SENSATION-Ketua dan Anggota Komisi II DPRD Kepri meninjau Kawasan Wisata Nongsa Sensation di Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (11/2/2022) untuk memasti persiapan travel bubble antara Singapura dan Indonesia berjalan baik. (TRIBUNBATAM.id)

Namun demikian, realisasi dari program tersebut masih terkendala dengan regulasi dan aturan. Pemerintah Singapura masih memberlakukan karantina bagi warga negara yang baru saja pulang dari luar negeri.

Taufiq menjelaskan, sebenarnya hal yang menjadi hambatan adalah ketika turis Singapura yang kembali dari Batam setelah menikmati liburan selama tiga hari malah harus menjalani karantina selama tujuh hari.

"Itu merupakan hal yang berat. Belum lagi biayanya ditanggung pribadi oleh turis yang bersangkutan. Saya rasa ini yang menjadi kendala belum dibukanya travel bubble hingga hari ini," jelas Taufiq.

Dia menambahkan, ada lagi aturan dari Kementerian Hukum dan Ham terkait persyaratan travel bubble yakni khusus warga negara Singapura saja yang bisa bebas visa. Sedangkan banyak orang yang tinggal di Singapura merupakan warga pendatang.

"Hal-hal semacam ini akan selalu menjadi masukan kami sehingga mendapat perhatian dari Pemerintahan Pusat," jelas Taufiq.

TINJAU NONGSA SENSATION-Ketua dan Anggota Komisi II DPRD Kepri meninjau Kawasan Wisata Nongsa Sensation di Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (11/2/2022) untuk memasti persiapan travel bubble antara Singapura dan Indonesia berjalan baik.
TINJAU NONGSA SENSATION-Ketua dan Anggota Komisi II DPRD Kepri meninjau Kawasan Wisata Nongsa Sensation di Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (11/2/2022) untuk memasti persiapan travel bubble antara Singapura dan Indonesia berjalan baik. (TRIBUNBATAM.id)
Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved