Breaking News:

BATAM TERKINI

Batam Bukan Penghasil Kedelai, Disperindag Surati Kemendag Soal Kenaikan Harga Kedelai

Disperindag Batam menyurati Kementerian Perdagangan perihal kenaikan harga kacang kedelai yang berdampak pada usaha tempe dan tahu di Batam.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Batam, Gustian Riau mengatakan, Disperindag Batam menyurati Kementerian Perdagangan perihal kenaikan harga kacang kedelai yang berdampak pada usaha tempe dan tahu di Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id -  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau mengaku Pemerintah Kota (Pemko) Batam sudah menyurati Kementerian Perdagangan perihal kenaikan harga kacang kedelai.

Sejauh ini pihaknya masih menunggu jawaban Kemendag.

"Kita kan mengambil kacang kedelai ini dari Jawa. Kami sudah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Perdagangan terkait dengan kenaikan harga kedelai ini. Sejauh ini belum ada jawabannya. Kita masih menunggu," kata Gustian, Kamis (17/2/2022).

Ia menuturkan di Batam sendiri tak ada penghasil kacang kedelai.

Sehingga sejumlah agen kacang kedelai harus mengambil kacang kedelai dari luar Batam.

Menurutnya harga kedelai melambung akibat fluktuasi harga internasional, khususnya di Amerika Serikat.

Produsen terbesar kacang kedelai di dunia adalah Brazil, Amerika Serikat, Argentina, dan China.

Seperti diketahui pada 2020 lalu harga kacang kedelai di tingkat konsumen masih sekitar Rp 8.500 per kilogram.

Baca juga: Harga Kedelai Melonjak, Apakah Harga Tahu dan Tempe di Batam Ikut Naik? 

Baca juga: Jelang Ramadan 2022, Pemko Batam Gelar Bazaar Sembako Murah, Cek Jadwalnya

Namun pada 2021 sudah naik menjadi Rp 9.500-Rp 10 ribu per kilogram. Kini harga kacang kedelai sudah berada di atas Rp 11 ribu per kilogram.

Akibat kenaikan harga kedelai secara terus menerus tersebut, jumlah perajin tahu dan tempe terus berkurang, khususnya perajin yang kecil.

Padahal pemerintah sudah tidak mengenakan bea masuk terhadap komoditas kacang kedelai.

Tahu dan tempe merupakan makanan rakyat dan digemari oleh seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, usaha tahu dan tempe juga merupakan sektor yang bisa dimasuki oleh masyarakat bawah dengan mudah.

Gustian menambahkan fluktuasi harga dan kenaikan harga kacang kedelai bisa mengganggu lapangan kerja dan lapangan usaha.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved