TANJUNGPINANG TERKINI
Februari 2022 Ceria, Santan Asal Kepri Tembus Pasar Jerman via Pulau Bintan
Aneka produk olahan berbahan dasar kelapa Kepri sukses menembus pasar Eropa. Jerman salah satu negara yang menerima produk itu.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Aneka produk olahan berbahan dasar kelapa asal Kepri sukses menembus pasar Eropa.
Santan salah satunya. Produk dari kelapa yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga hingga industri, justru diminati oleh pasar Jerman.
Sedikitnya empat kontainer santan dengan volume 97,7 ton dikirim ke sana pada awal 2022 melalui perusahaan di Kawasan Industri Lobam, Kabupaten Bintan (11/2/2022) lalu.
Karantina Pertanian Tanjungpinang mencatat, diawal tahun 2021 PT BOF di kawasa industri Pulau Bintan ini sebelumnya telah mengekspor santan kelapa sebanyak satu kontainer.
Peningkatan ekspor produk olahan kelapa ke Jerman hingga tiga kali lipat lebih ini, merupakan jawaban optimisme PT BOF dalam mensukseskan program gerakan tiga kali lipat ekspor (GraTiEks) komoditas pertanian.
Baca juga: Intip Cara Simpan Santan Sisa agar Tetap Awet dan Tidak Cepat Basi
Baca juga: Airlangga Hartarto dan Tiga Menteri Lepas Dua Produk Olahan Kelapa dari Bintan ke Luar Negeri
Kementerian Pertanian terus mendorong hilirisasi komoditas pertanian. Dengan hilirisasi industri pengolahan komoditas pertanian, terbukti mampu meningkatkan nilai ekonomis bagi komoditas tersebut dan menyerap ribuan tenaga kerja.
"Alhamdulillah ini awal yang baik, rencana kami diakhir bulan ini akan ada pengiriman lagi," ujar Alfia, selaku staf shipping BOF, Jumat (18/02/2022).
Dukungan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam memberikan kemudahan pengurusan perizinan dan sertifikasi, tentu sangat mempengaruhi keberlangsungan industri dan kelancaran ekspor.
Karantina Pertanian Tanjungpinang memfasilitasi ekspor komoditas pertanian dengan sertifikasi, pelayanan sertifikasi pun dipermudah dengan layanan AKTIF Ekspor.
"Layanan AKTIF Ekspor dan klinik ekspor tidak lain bertujuan untuk mensukseskan program Gratieks," ujar Raden, Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang.
Baca juga: IKM Kelapa di Resang, Lingga Kembali Beroperasi, Siapkan Bahan Ekspor ke China dan Korsel
Baca juga: Gubernur Ansar Siap Kolaborasi Wujudkan Desa Berkekuatan Ekonomi dan Berbasis Ekspor
Pada waktu yang bersamaan, PT BOF juga mengekspor 20 ton kelapa parut kering tujuan Bangladesh. Dengan demikian, produk olahan kelapa yang diekspor pada hari ini ada lima kontainer, untuk dua negara tujuan.
Pejabat Karantina melakukan pemeriksaan dan memantau proses muat ke dalam kontainer. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa komoditas yang dikirim sesuai dengan dokumen yang menyertai, sehat dan aman.
Setelah melalui proses pemeriksaan, selanjutnya Pejabat Karantina menerbitkan Sertifikat Kesehatan. Sertifikasi merupakan jaminan pemerintah demi keberterimaan komoditas pertanian di negara tujuan.(TribunBatam.id/Endra Kaputra)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Tanjungpinang