BATAM TERKINI
DERETAN 4 Pantangan Bagi Umat Hindu Selama Perayaan Hari Nyepi
Umat Hindu di wilayah Batam, Kepulauan Riau, memulai menjalani Catur Brata penyepian, saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1944. Ini 4 pantangannya.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Umat Hindu di wilayah Batam, Kepulauan Riau, memulai menjalani Catur Brata penyepian, saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1944, pada Kamis (3/3/2022).
Dalam menjalani Catur Brata penyepian, ada empat pantangan Umat Hindu yaitu, Amati Karya (tidak bekerja), Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).
"Catur Brata Penyepian ini ada 4 pengendalian yang harus dilakukan," ujar Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Kepulauan Riau, I Wayan Catra Yasa didampingi Ketua Panitia, Bruma Yase, Bendahara PHDI Provinsi Kepulauan Riau Gede Sudarma Jaya, Rabu (2/3/2022) sore di depan Pura Agung Amerta Bhuana.
Dalam hal ini, Wayan juga tampak memaparkan satu persatu.
Pertama, Amati Geni yang artinya dalam wujud fisiknya tak menyalakan api, tetapi dalam wujud filosofinya tidak boleh marah dan emosi. Sehingga harus bisa kendalikan diri sendiri.
Kedua, Amati Karya artinya tidak boleh melakukan aktivitas. Fokus membaca kitab-kitab suci, merenung sejenak apa yang kita perbuat di tahun yang lalu.
Ketiga amati lelungan, yakni tidak boleh berpergian. Tetap fokus di rumah meditasi melakukan yoga.
Baca juga: Umat Hindu Pura Agung Amerta Bhuana Batam Gelar Upacara Tawur Kesanga Jelang Nyepi
Baca juga: 412 Warga Kepri Kena Covid-19, Semua Wilayah Sumbang Kasus Baru, Batam Terbanyak
"Menyatukan pikiran kita memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesalahan yang kita buat di tahun yang lalu dan memohonkan petunjuk di tahun saka 1944 mendapat anugerah-Nya," katanya.
Terakhir, Keempat amati lelanguan, tidak mengikuti hiburan. Termasuk pula di dalamnya tak boleh melaksanakan hubungan biologis walaupun suami isteri.
"Di hari Nyepi ini kami menjalankan Catur Brata Penyepian," katanya.
Adapun tema tahun ini adalah Aktualisasi Nilai Tat Twam Asi Dalam Moderasi Beragama Menuju Indonesia Tangguh.
"Aktualisasi berarti kita menjalankan aku adalah kamu dan kamu adalah dia. Jadi semua manusia itu perwujudan Tuhan. Kemudian moderasi bagaimana kota mengajarkan agama masing-masing," kata Wayan. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/03032022ketua-phdi-kepri.jpg)