Senin, 20 April 2026

HUMAN INTEREST

Kisah Inspiratif Aditya Saputra Olah Sampah Plastik Jadi BBM Bermodal Rp 500 Ribu

Aditya Saputra, pria lulusan SMA ini belajar secara otodidak dari youtube cara mengolah sampah plastik menjadi BBM

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/YeniHartati
Aditya Saputra (32) warga Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun yang mengolah sampah plastik menjadi BBM. Foto diambil Kamis (3/3/2022). 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Penggunaan plastik dalam kebutuhan rumah tangga sering digunakan sebagai pengemasan suatu barang belanjaan.

Secara tidak sadar, penggunaan plastik mungkin sudah menjadi comfort zone atau suatu keadaan yang nyaman bagi banyak orang.

Sehingga, kantong plastik ini juga menjadi alternatif yang praktis, dan mudah didapatkan bagi khalayak ramai.

Tidak heran jika sampah plastik yang diproduksi berakhir di tempat pembuangan sampah atau tercecer di lingkungan alam.

Adalah Aditya Saputra (32), warga Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun yang memiliki ide inovatif dan kreatif untuk mengolah limbah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Berawal saat bekerja sebagai tukang las di salah satu bengkel di Pekanbaru, Provinsi Riau bersama tiga orang rekannya, akhirnya muncul ide cemerlang.

"Nasib kita apa akan begini terus? Ayolah masing-masing dari kita ciptakan suatu alat yang dapat berfungsi dan bermanfaat dengan keahlian yang kita miliki (tukang las-red)," ujar Aditya, pada TribunBatam.id, Kamis (3/3/2022).

Aditya, pria lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) tanpa ada sertifikat keahlian khusus ini, hanya mengandalkan media sosial untuk menyalurkan hobinya.

"Kami murni belajar secara otodidak dari youtube. Namun yang berbeda kami memanfaatkan barang-barang bekas," tambahnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Karimun Terapkan PPKM Level 3 hingga 14 Maret 2022

Baca juga: Kecelakaan Maut Suzuki Spin Tabrak Honda Beat di Karimun, Satu Orang Meninggal Dunia

Meskipun menggunakan barang-barang bekas, Aditya mengaku ada beberapa item peralatan yang memang harus dibeli karena kebutuhannya.

Bermodalkan Rp 500 ribu, ia lantas menciptakan alat daur ulang sampah plastik menjadi BBM. Terdiri dari tabung gas elpiji bekas, tiga buah filter mobil, selang kecil, hingga besi yang berguna sebagai penyanggah.

Aditya menjelaska,n sampah plastik yang digunakan merupakan plastik kebutuhan rumah tangga yang sering diabaikan bahkan menjadi limbah yang tidak dapat didaur ulang.

"Seluruh sampah plastik baik itu dari botol minuman, katong asoi kemasan, gelas minuman, plastik makanan ringan," jelasnya.

Dengan begitu, pembakaran sampah plastik padat dengan berat 5 kilogram dapat menghasilkan tiga jenis BBM yang menyerupai Premium, minyak tanah, dan Pertamax.

"Kalau dari pengamatan saya BBM yang dihasilkan ini menyerupai BBM jenis premium, minyak tanah, dan pertamax. Dimana sama-sama diketahui bahwa saat ini BBM jenis premium sudah tidak digunakan, sementara minyak tanah sekarang langka," jelasnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved