Asli Bukan Abal-abal, Ini 10 Crazy Rich Sebenarnya di Indonesia, Bukan Indra Kenz dan Doni Salmanan
Kerap disebut "Crazy Rich" nyatanya nama Indra Kesuma alias Indra Kenz dan Doni Salmanan tak masuk daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes
TRIBUNBATAM.id - Kerap disebut "Crazy Rich" nyatanya nama Indra Kesuma alias Indra Kenz dan Doni Salmanan tak masuk daftar orang-orang terkaya di Indonesia versi Forbes.
Bukannya menyandang orang super kaya, keduanya kini berstatus tersangka gara-gara kasus investasi bodong.
Indra Kenz diketahui menjadi afiliator investasi berkedok trading binary option, Binomo.
Sementara Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan menjadi afiliator Quotex.
Dari tangan keduanya, polisi menyita beragam barang mewah, mulai rumah, mobil, motor gede hingga jam tangan.
Begitupun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir rekening Doni Salmanan dengan nilai mencapai Rp 532 miliar.
Sebelum menjadi tersangka dan senang "pamer" harta, Indra Kenz sempat dijuluki salah satu "Crazy Rich" di Indonesia.
"Crazy Rich" jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah sangat kaya dan digunakan sebagai ungkapan kepada orang-orang yang memiliki kekayaan berlebih.
Baca juga: Vanessa Khong Pacar Crazy Rich Medan Indra Kenz Ngaku Terima Rp 10 Juta dari Janji Rp 1 Miliar
Baca juga: Profil Doni Salmanan, Crazy Rich Bandung Terseret Kasus Kayak Indra Kenz, Sempat Jadi OB dan Jukir
Menurut Urban Dictionary, "Crazy Rich" didefenisikan sebagai "a person who loves to spend their money on stupid things, that no one else would buy"
Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia adalah orang-orang yang senang menghabiskan uangnya untuk membeli barang kurang penting dan tidak ada orang lain yang bisa membelinya.
Berikut ini 10 daftar "Crazy Rich" asli dan bukan abal-abal serta memiliki kekayaan yang tak habis tujuh turunan.
Hartono Bersaudara
Mengutip Forbes, Jumat (11/3/2022), Hartono bersaudara memiliki kekayaan bersih 42,6 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 609,1 triliun (kurs Rp 14.300/dollar AS).
Hartono bersaudara mendapat kekayaannya dari investasi di PT Bank Central Asia (Tbk), salah satu lini bisnis yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), meski bisnis utamanya tidak masuk bursa.
Tercatat, Hartono bersaudara membeli saham BCA setelah keluarga Salim kehilangan kendali bank selama krisis ekonomi Asia tahun 1997-1998.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/banyak-uang_20180425_144139.jpg)