Jumat, 17 April 2026

Pengakuan Wanita yang Dibakar Oleh Kekasih Polisinya, Usai Dibakar Dibuang di Pinggir Jalan

Dengan terbata-bata dan tersengal-sengal, Negnsi mengatakan masih mengingat detik-detik sebelum pelaku bernama Brigadir Adriansyah membakar dirinya.

Editor: Eko Setiawan
SRIPO/ARDANI ZUHRI
Korban Ningsih sebelum dibakar pelaku oknum anggota polisi dan saat mendapat perawatan intensif di ruang ICU dengan kondisi luka bakar 80 persen, Jumat (11/3/2022). Korban dibakar kekasihnya karena bermaksud meminta hubungan pacaran diakhiri. 

TRIBUNBATAM.id, MUARAENIM - Polisi terus melakukan pemeriksaan terkait kasus anggota Polisi yang membakar kekasihnya.

Update peristiwa oknum polisi bakar pacar di Muara Enim beberapa hari silam.

Pasca kejadian itu, baik pelaku maupun korban menderita luka bakar. Akan tetapi, korban lebih parah karena 80 persen tubuhnya tersambar api.

Sejumlah fakta baru terkuak beberapa hari pasca kejadiaan naas tersebut terjadi.

Nengsi (24) sudah bisa berbicara meski tak bisa selancar biasanya. Warga Kelurahan Tungkal ini masih menjalani perawatan itensif di rumah sakit.

Dengan terbata-bata dan tersengal-sengal, Negnsi mengatakan masih mengingat detik-detik sebelum pelaku bernama Brigadir Adriansyah membakar dirinya.

Ternyata, pelaku sempat menyiram salon milik kakak perempuan Nengsi dengan cairan bahan bakar.

"Pelaku mengancam akan membakar salon milik ayuk aku kalu aku tidak menemuinya malam itu.

Baca juga: Gadis Muda Dibakar Hidup-hidup Oleh Abangnya, Pelaku Marah Karena Masalah Sepele

Baca juga: Istri Dibakar Hidup-hidup, Ada Sosok Putih Misterius Bantu Tarik Korban ke Dalam Sungai

Aku ngomong sedang di Prabumulih, besok balek ke Muara Enim. Kalu idak, salon ayuk aku dibakarnya," ujar Nengsi tersengal-sengal, diruang ICU RSUD dr HM Rabain Muara Enim kepada keluarganya, Senin (14/3/2022).

Menurut Nengsi, yang sudah sadarkan diri mengatakan bahwa bahwa saat terjadi pembakaran dirinya dibawa pelaku menggunakan motor.

"Tapi aku tidak tahan karena kulit aku yang melepuh perih dan pedih," kata Nengsi.

Kemudian oleh Pelaku, dirinya diberhentikannya di tepi jalan dan langsung menghilang ke arah Tanjung Enim.

Beruntung tidak lama kemudian ada mobil patroli polisi yang melintas dan membawanya ke RSUD dr HM Rabain Muara Enim.

"Sebenarnya di lokasi tempat aku berhenti ada orang lagi hajatan, namun mereka takut kesalahan mengantarkan aku ke rumah sakit.

Jadi saya sendirian saja menahan pedih dan perih di tepi jalan menunggu jika ada orang yang mau menolong," jelasnya lirih.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved