Kamis, 21 Mei 2026

BATAM TERKINI

Ramadan Tinggal Menghitung Hari, Harga Bahan Pokok Batam Kok Malah Naik?

Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Batam malah naik jelang Ramadan 1443 Hijriah.

Tayang:
TribunBatam.id/Bereslumbantobing
Polisi saat memeriksa bahan pokok di salah satu toko di Pasar Sei Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah harga bahan kebutuhan pokok terpantau naik jelang Ramadan 1443 Hijriah di Kota Batam.

Di Pasar Sei Harapan Sekupang misalnya.

Kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai merah.

Saat ini cabai merah dijual dengan harga Rp 60 ribu sampai Rp 63 ribu per kilogram.

Sementara sepekan yang lalu cabai merah ini dijual Rp 55 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas telur ayam ras.

Dimana telur ayam ras saat ini dijual Rp49 ribu hingga Rp 50 ribu per kg.

Baca juga: Stok Bahan Pokok di Batam Aman hingga 6 Bulan ke Depan, Berlaku untuk Minyak Goreng?

Baca juga: Kemenag Batam Libatkan Ormas Islam Pantau Hilal Ramadan 1443 H

Kondisi serupa juga terlihat di pasar Fanindo Batuaji, telur ayam ras diakui sejumlah pedagang mulai merangkak naik.

"Kemarin normal, sekarang sudah naik lagi, gak tetap pak," ujar Anto pedagang di Fanindo, Rabu (23/3).

Selain telur, cabai merah juga mengalami kenaikan harga.

Rata-rata harga cabai merah dijual Rp 58 ribu hingga 60 ribu per kg.

Sementara untuk stok terpantau normal hingga beberapa hari ke depan.

"Kami menyesuaikan harga dari distributor. Beberapa hari ini memang ada kenaikan harga dari distributor ke pedagang," tambah Anto.

Warga Sei Harapan, Susi mengaku kesulitan dengan kenaikan harga sembako ini.

Menurutnya pemerintah harus segera turun ke pasar untuk menstabilkan harga sembako.

Warga khawatir jika ini terus berjalan harga akan tidak terkontrol.

"Ini belum ramadan sudah naik semua, pemerintah harus hadir menjamin harga ini kepada masyarakat," sebutnya.

PERINTAH Gubernur Kepri

Menjelang bulan suci Ramadhan, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memastikan stok persediaan minyak goreng bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Kepri.

Baca juga: Ramadan Tahun Ini Boleh Salat Tarawih Berjamaah di Masjid, Mudik Lebaran bagi Sudah Vaksin Booster

Baca juga: ATURAN dan Jam Kerja Pegawai Pemko Batam Selama Ramadan

Untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng, pihaknya akan melakukan pemantauan dan pengawasan langsung ke pasar.

“Tentu kita akan melakukan antisipasi, saya akan perintahkan Disperindag untuk melakukan pengecekan minyak goreng di pasar dan ritel,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad usai menghadiri kegiatan di Mapolda Kepri, Selasa (22/3/2022).

Pihaknya akan mengumpulkan grosir dan ritel untuk diberikan sosialisasi.

Hal itu untuk mengantisipasi adanya kecurangan-kecurangan.

“Tidak ada yang boleh melakukan oplosan minyak, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Saya perintahkan Disperindag melakukan pengecekan rutin ke pasar,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan menggandengkan Polisi dan TNI untuk melakukan sidak ke pasar.

D isisi lain, Ansar juga mendorong masyarakat yang memiliki kebun kelapa untuk dapat memanfaatkan olahan minyak. Selain itu minyak kelapa olahan memiliki kandungan minyak kolesterol yang lebih baik.(TRIBUNBATAM.id/Bereslumbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved