Belum Ada Wisman, Penumpang Pelabuhan Internasional Batam Center Masih Didominasi PMI
Pengelola Pelabuhan Batam Center, Nika Astaga sebut, pembukaan pelabuhan internasional di Batam belum berdampak ke jumlah wisman yang datang
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pelabuhan Internasional Batam Center yang berada di Jalan Engku Putri Utara, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau masih terlihat sepi pada Kamis (24/3/2022).
Lampu di dalam pelabuhan juga tidak dinyalakan semua baik di lantai 1, 2 dan 3.
Tenant-tenant di dalam pelabuhan juga tak ada yang beroperasi. Seperti tempat makan, toko oleh-oleh, dan tenant yang biasa dijadikan sebagai tempat nongkrong penumpang.
Hanya ada 3 unit money changer yang melayani saat ini. Kendati demikian, aktivitas pelabuhan masih terlihat, walaupun tidak seramai seperti sediakala sebelum adanya pandemi Covid-19.
Sekitar pukul 15.00 WIB, satu persatu penumpang keluar dari pintu kedatangan. Tak hanya kalangan dewasa, beberapa di antara mereka juga turut membawa anak-anak.
Beberapa sekuriti Pelabuhan Internasional Batam Center juga tampak ikut mendorong trolly membawa tas dan koper penumpang sampai keluar Pelabuhan Internasional Batam Center. Lantaran satu penumpang ada yang membawa 3 hingga 4 tas.
Silih berganti mobil yang berlabel nama hotel dikemudi oleh sopir berseragam hotel sudah tiba di loby Pelabuhan. Sembari menunggu penumpang yang sudah memesan kamar di hotel milik mereka secara online.
Ya, mereka adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Indonesia melalui jalur mandiri.
Baca juga: Pelabuhan Harbour Bay Batam Hidup Lagi, Penumpang Asal Singapura Catat Rekor Sejak Corona
Baca juga: Semua Pelabuhan Internasional Bakal Dibuka, Agen Travel Singapura Berharap Ada Tambahan Kuota
Seperti namanya mandiri, itu artinya segala biaya akomodasi seperti tiket kapal, tes PCR, biaya karantina selama di hotel ditanggung secara pribadi. Tidak dibantu oleh pemerintah.
PMI yang pulang melalui jalur mandiri menjalani tes swab PCR di Pelabuhan Internasional Batam Center. Selanjutnya mereka bisa menunggu hasil tes PCR di hotel yang sudah mereka booking. Berdasarkan aturannya mereka dikarantina hanya 1 x 24 jam di hotel.
Tak hanya PMI, ada juga keluarga PMI yang menjemput. Sayangnya mereka tak diperbolehkan untuk ikut keluarganya lantaran harus menjalani karantina.
Pihak keluarga hanya meminta barang-barang PMI apabila mereka membawa barang yang banyak.
"Pihak keluarga yang jemput biasanya hanya mengambil barang-barang penumpang kalau barang-barangnya banyak," ujar sekuriti yang berjaga di pintu kedatangan.
Sementara itu PMI yang kepulangannya menggunakan via jalur pemerintah tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center lebih sore, sekitar pukul 18.00 WIB.
Sama seperti mandiri, PMI yang pulang menggunakan jalur pemerintah juga menjalani tes PCR.
Dari pantauan, belum ada wisatawan mancanegara (wisman) yang terlihat di barisan penumpang yang keluar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2403pelabuhan-batam-center.jpg)