Minggu, 19 April 2026

TIPS

5 Rekomendasi Obat untuk Mengatasi dan Hilangkan Jerawat secara Ampuh dan Efektif

Menjadi masalah kulit paling umum dialami oleh wanita dan pria, jerawat sejatinya bisa disembuhkan dengan obat topikal maupun oral. Obat topikal dikhu

()
Ilustrasi kulit berjerawat 

TRIBUNBATAM.id - Menjadi masalah kulit paling umum dialami oleh wanita dan pria, jerawat sejatinya bisa disembuhkan dengan obat topikal maupun oral. 

Obat topikal dikhususkan untuk pemakaian luar yang digunakan dengan cara dioles pada lapisan kulit luar yang berjerawat, sementara obat minum untuk jerawat berbentuk kapsul, tablet, dan pil.

Obat minum untuk jerawat ini biasanya ada yang dijual bebas atau perlu resep dokter supaya dosisnya tidak berlebih. 

Selain itu, obat oral kerap dianggap efektif membasmi jerawat dari dalam. Khususnya jenis jerawat akibat gangguan hormonal. 

Baca juga: Cara Menghilangkan Noda Bekas Jerawat ala Pengobatan Rumahan

Baca juga: Cara Alami Mengatasi Jerawat dan Bruntusan dengan Mudah, Pilih dari 5 Bahan Alami Ini

Berikut beberapa rekomendasi produk obat jerawat yang diminum. 

1. Doxycycline

Doxycycline adalah golongan obat antibiotik tetrasiklin untuk mengatasi jerawat serta penyakit lain akibat infeksi bakteri.

Konsumsi obat doxycycline disarankan sesuai petunjuk dokter. Sebab beda permasalahan kulit maka berbeda pula dosisnya.

Efek samping pemakaian obat ini cukup beragam. Salah satunya bisa membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari sehingga penting untuk mengaplikasikan sunscreen. 

2. Clindamycin

Berikutnya ada Clindamycin atau Klindamisin yaitu antibiotik makrolida yang bermanfaat menyembuhkan jerawat, infeksi bakteri, hingga jamur kulit.

Selain diminum, obat ini tersedia dalam bentuk krim dan gel.

Cara kerjanya bisa memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

Baca juga: Ketahui 5 Manfaat Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur di Pagi Hari, Mampu Meningkatkan Metabolisme

Baca juga: Ini Skincare yang Wajib Dimiliki Kaum Remaja agar Kulit Wajah Glowing Bebas Jerawat

Bagi wanita hamil dan menyusui, sebaiknya tidak mengonsumsi klindamisin karena khawatir terserap ke dalam ASI atau plasenta yang dapat membahayakan janin.

3. Acnor

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved