Rabu, 6 Mei 2026

Nengsi Marlina Wanita Muda Korban Kasus Polisi Bakar Pacar Meninggal Dunia

Nengsi Marlina, wanita muda yang dibakar pacarnya, oknum polisi di Polres Lahat meninggal dunia, Sabtu (26/3). Nengsi sempat kritis sebelum meninggal

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
SRIPO/ARDANI ZUHRI
Korban Nengsi Marlina semasa hidup (kiri), dan menjalani perawatan di ruang ICU RSUD HM Rabain (kanan) 

MUARA ENIM, TRIBUNBATAM.id - Nengsi Marlina (24), wanita muda yang dibakar hidup-hidup oleh oknum polisi Polres Lahat, meninggal dunia, Sabtu (26/3/2022) sekira pukul 14.37 WIB.

Antara korban dan pelaku sebelumnya berpacaran.

Nengsi sempat menjalani perawatan selama 16 hari di rumah sakit.

Dari informasi yang beredar, sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban mengalami kritis dan memerlukan darah O.

Ia terpaksa kembali dibawa kembali ke ruang ICU dari ruang perawatan sal Lematang 5.

Namun sayangnya, takdir berkata lain. Meski tim medis RSUD dr HM Rabain Muara Enim telah berusaha menolongnya, nyawa Nengsi tak tertolong.

Selanjutnya, jasad Nengsi dibawa ke rumah duka di Rukun Damai, RT 03, RW 03, Kelurahan Tungkal, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim.

Rencananya jenazah akan dimakamkan di Pal 100, Kelurahan Lebuay Bandung, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, malam ini juga selesai shalat Isya.

Baca juga: Oknum Polisi Bakar Pacar di Lahat Terancam Dipecat

Baca juga: Pengakuan Wanita yang Dibakar Oleh Kekasih Polisinya, Usai Dibakar Dibuang di Pinggir Jalan

Kakak perempuan korban Trisnawati, membenarkan jika adiknya telah meninggal dunia dan akan dikebumikan hari ini juga.

Begitu pun Ketua RT 03 Salidin. Ia membenarkan ada warganya bernama Nengsi Marlina, korban pembakaran meninggal dunia dan akan dimakamkan di Pal 100 pada hari ini.

Diketahui, tiga hari terakhir kondisi kesehatannya terus menurun dan puncaknya hari ini, ketika korban membutuhkan darah 0, namun belum sempat diberikan korban keburu meninggal.

"Tadi keluarga korban benar-benar sangat terpukul sebab tidak menyangka korban akan meninggal," ujarnya, dilansir dari TribunSumsel.com.

Sementara itu, pasca kematian korban , Polres Muara Enim memperketat pengamanan dan penjagaan terhadap tersangka oknum polisi Adriansyah di RSUD dr HM Rabain Muara Enim, Sabtu (26/3/2022).

Dari pengamatan di lapangan, usai jenazah korban dibawa pulang ke rumah, Polres Muara Enim terlihat melakukan penambahan penjagaan terhadap tersangka.

Ketika dikonfirmasi ke Kapolres Muara Enim melalui Wakapolres Muara Enim Kompol Indarmawan, membenarkan adanya penambahan penjagaan sebagai antisipasi untuk hal-hal yang tidak diinginkan apalagi oknum Polisi tersebut statusnya sudah tersangka.

"Kita perketat penjagaan dan tersangka kita borgol," tegasnya.

Kronologi Kejadian Oknum Polisi Bakar Pacar

Brigadir AN Oknum Polisi Polres Lahat nekat membakar kekasihnya Nengsih Marlina -- warga Rukun Damai Rt 03 Rw 03 Kelurahan Tungkal, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim.

Akibat aksi tersebut, korban menderita luka bakar sangat parah disekujur tubuhnya, sedangkan pelaku juga menderita luka bakar dikedua tangan dan sedikit bagian muka yang dirawat di Sal Bedah ruang Enim 1.

Sedangkan Korban dirawat diruang ICU RSUD Muara Enim secara intensif karena menderita luka bakar sekitar 80 persen.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian itu terjadi dirumah kontrakan temannya di gang Kolam, Rumah Tumbuh, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Kamis (10/3/2022) sekitar pukul 22.30 WIB.

Aksi nekat tersebut berawal korban dan pelaku telah menjalin hubungan asmara selama beberapa tahun.

Setelah menjalani asmara, korban baru mengetahui jika pelaku telah beristri yang tengah hamil tua dan memiliki dua anak.

Atas saran keluarga dan pertimbangannya, akhirnya korban memutuskan untuk mengakhiri hubungan asmara tersebut.

Namun ternyata pelaku tidak terima diputus secara sepihak, dan terus berusaha menghubungi dan mencari korban, namun korban selalu menghindar.

Untuk menghindari kejaran pelaku, korban pun bertandang dan tidur dirumah kontrakan temannya Dea (27) di Jalan Ade Irma Suryani Gang Kolam Rt 05 Rw 08 Rumah Tumbuh, Kelurahan Muara Enim.

Namun, meski telah menghindar, ternyata persembunyian korban tetap terendus oleh pelaku.

Kemudian pelaku mendatangi kontrakan Dea sekitar pukul 22.30, namun korban sudah tidur.

Tidak habis akal, pelaku yang sudah emosi langsung menurunkan skring meteran listrik sehingga lampu kontrakan padam dan mendengar ada suara memanggil.

Kemudian saksi Dea terbangun dan mencoba mengecek dengan mengintip dari jendela.

“Aku ngiro lampu mati karena token habis. Aku manggil Ningsih la tedok belum. Dio jawab belum, sudah rewang ayuk isi pulsa lampu sebentar. Pas buka pintu ternyato sudah ada pelaku didepan pintu,” terang Dea.

Setelah itu pelaku, lanjut Dea, pelaku langsung mendobrak pintu dan menghidupkan skring meteran listrik sambil membuka pintu kamar dan melihat korban sedang rebahan dikasur.

Melihat hal tersebut, Pelaku langsung marah-marah dan mencaki maki korban.

Kemudian tanpa basa basi langsung menyiramkan Bensin yang telah dibawanya sebanyak dua botol ketubuh korban.

Untuk meredakan pertengkaran antara pelaku dengan korban, dirinya sempat mengingatkan pelaku untuk tidak ribut-ribut di kontrakannya karena tidak enak didengar tetangga.

Namun peringatannya tidak digubris oleh pelaku bahkan mengancam dirinya akan disiram juga oleh Bensin.

“Aku omongke dak usaha ribut-ribut disini aku malu gek dateng galo RT, apolagi la pakek siram bensin. Kakakni lah kelewatan. Pelaku langsung marah, kau dak usah melok-melok gek kau ku siram bensin dan kubakar pulo,” tiru Dea.

Usai dua kali menyiram Korbam dengan Bensin, sambung Dea, pelaku masih terus memarahi korban dan memegang korek api gas sembari sekali-kali memantikkan korek api tersebut.

Akibatnya percikan tersebut, ternyata tanpa diduganya langsung menyambar tubuh korban yang telah di siram dengan Bensin.

“Sekali ni aku bukan nak gertak-gertak kau be. Omong la kau ku bakar nian, cepat nian api langsung nyambar lantai dan tubuh korban. Aku be melok kebakar,” jelas.

Kemudian, kata Dea, api langsung menyambar tubuh korban dan lantai rumah sehingga asap mengepul dari dalam kamar.

Mungkin karena kasihan, tiba-tiba pelaku langsung menarik tubuh korban dan memeluknya berusaha untuk mematikan kobaran api ditubuh korban serta membawa korban ke klinik bidan.

Setelah menyelamatkan korban dan mendapatkan penanganan sementara, pelaku langsung pergi meninggalkan korban.

“Ketika jingok ado api, aku langsung teriak minta tolong. Lalu datang warga dan pak RT," tutupnya. (TribunSumsel.com)

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul BREAKING NEWS: Nengsi Marlina Korban Dibakar Polisi Polres Lahat Meninggal, Kasus Polisi Bakar Pacar

dan judul Korban Dibakar Polisi Meninggal, Polres Muara Enim Perketat Penjagaan Tersangka di RSUD HM Rabain

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved